Sat Brimob Polda Sumut

Akses Terputus Pascabanjir, Brimob Polda Sumut Antar Pelajar di Batang Toru

Brimob Polda Sumatera Utara membantu mengantar anak-anak sekolah menyeberangi jembatan darurat di wilayah Batang Toru

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/IST
Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara membantu mengantar anak-anak sekolah menyeberangi jembatan darurat di wilayah Batang Toru, Tapanuli Selatan, Senin (15/12/2025). Pascabanjir bandang dan longsor, Brimob memastikan akses pendidikan tetap berjalan bagi siswa di daerah terdampak bencana. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TASPSEL-Banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Bagian Selatan tak hanya memutus jalan, tetapi juga mengancam rutinitas paling mendasar, anak-anak pergi ke sekolah, Senin (15/12/2025).

Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dari Posko Utama Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, turun langsung memastikan pendidikan tetap berjalan.

Empat personel Brimob melakukan penjemputan dan pengantaran anak-anak sekolah yang terdampak terputusnya akses transportasi pascabencana.

Dari Desa Huta Godang menuju Desa Anggoli, hingga rute ke arah Batang Toru termasuk SMP Negeri 2 Batang Toru anak-anak diantar satu per satu.

Di sejumlah titik, personel Brimob bahkan membantu para siswa menyeberangi jembatan darurat, satu-satunya akses yang tersisa setelah banjir bandang dan longsor merusak jalur utama. Keselamatan menjadi prioritas utama.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, yang menegaskan bahwa kehadiran Brimob di wilayah bencana tak berhenti pada urusan keamanan.

Pendidikan, kata dia, adalah bagian dari kemanusiaan yang tak boleh terabaikan, bahkan dalam situasi darurat.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Aipda Agung Andi Darma Putra dari Posko Utama Garoga. Dengan pendekatan humanis, seluruh siswa berhasil diantar ke sekolah masing-masing dengan aman.

Wajah-wajah cemas di pagi hari berganti lega bahkan senyum ketika bel sekolah kembali bisa mereka dengar.

Bagi warga Tabagsel, langkah sederhana ini punya makna besar.

Di tengah lumpur, jembatan darurat, dan jalan yang terputus, Brimob memastikan satu hal tetap utuh, masa depan anak-anak tidak ikut terhenti oleh bencana.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved