Sumut Terkini

Pembunuhan Dedy Samosir Terungkap, Pelaku Ngaku Kesal Karena Korban Kerap Nyolong Sawit Warga

Mayat Dedy ditemukan di atas tumpukan tanaman air, aliran Sungai Lagunda, tepatnya di Dusun Blok 17 Desa Bandar Tengah, setelah 2 hari tak pulang.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
IST
Tampang Royan Haloho (40) dan James Tambunan (46), terduga pembunuh Dedy Samosir, usai ditangkap, Kamis (5/3/2026). Keduanya membunuh korban karena kerap mencuri sawit warga. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi mengungkap kematian Dedy Samosir (35), warga Dusun Silaban, Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Serdang Bedagai.


Mayat Dedy ditemukan di atas tumpukan tanaman air, aliran Sungai Lagunda, tepatnya di Dusun Blok 17 Desa Bandar Tengah, setelah 2 hari tak pulang.


Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Budi Sihombing, mengatakan dua terduga pelaku berhasil ditangkap.


Keduanya ialah Royan Haloho (40) dan James Tambunan (46), warga Dusun Blok 17 Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Serdang Bedagai.


James Tambunan ditangkap di sebuah warung milik warga, dan Royan Haloho ditangkap di kediamannya. 


Motif tersangka membunuh korban diduga lantaran kesal kerap mencuri sawit milik warga, dan kebunnya.


"Motifnya karena korban sering melakukan pencurian buah sawit di kampung itu,"kata Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Budi Sihombing, Kamis (5/3/2026).


Polisi menjelaskan, kasus ini bermula pada Minggu 1 Maret lalu, ketika keluarga korban merasa kehilangan Dedy yang sudah tak pulang sejak Jumat 27 Februari.


Kemudian, pada Minggu malam, sekira pukul 19:00 WIB, adik korban bersama lima orang lainnya mencari di sekitar aliran sungai.


Disini, mereka melihat tumpukan tanaman air di tengah sungai yang mengeluarkan bau busuk.


Begitu dibuka, ternyata jenazah Budi ditemukan mulai membusuk.


"Setelah diperiksa, ditemukan jasad korban dalam kondisi tidak bernyawa dibawah tumpukan tanaman air tersebut. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada kepala dusun setempat dan diteruskan kepada pihak kepolisian."


Polisi menyebut korban diduga dibunuh sejak Jumat 27 Februari, antara pukul 03:00 WIB - 04:00 WIB.


Setelah dibunuh, untuk menyembunyikan jasadnya diletakan di atas tanaman air, di tengah sungai.

 


(Cr25/Tribun-medan.com)

 

 

Sumber: Tribun Medan
Tags
pembunuhan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved