Sumut Tekini

Belum Dibersihkan setelah Banjir, SMK Negeri 1 di Tapteng Dijarah Maling hingga Rugi Setengah Miliar

Setelah bencana banjir susulan yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, SMK Negeri 1 Badiri malah dijarah maling.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
MALING SEKOLAH - Tampang HS, maling peralatan sekolah di SMK Negeri 1 Badiri, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, usai ditangkap Polisi, Sabtu (28/2/2026). Total kerugian pihak sekolah mencapai Rp Rp 436 juta. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Setelah bencana banjir susulan yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 20 Februari 2026 lalu, SMK Negeri 1 Badiri, Kecamatan Badiri, malah dijarah maling.

Barang-barang berharga inventaris sekolah untuk belajar mengajar hilang tak tersisa dicuri pelaku.

Total kerugian ditaksir mencapai Rp 436 juta karena yang dicuri terdiri dari 35 laptop berbagai merek, 21 tablet, 9 mesin jahit Industri Typical, 4 AC, 1 mesin genset, dan 6 proyektor, maupun perangkat scanner.

Kasat Reskrim Iptu Dian Agustian Perdana mengatakan, dalam kasus ini satu orang tersangka berinisial HS ditangkap.

Ia ditangkap Polisi di Jalan Padang Sidempuan, Kecamatan Pandan, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, atau 7 hari setelah pencurian.

"Setelah melakukan penyelidikan, kami menangkap tersangka,"kata Kasat Reskrim Iptu Dian Agustian Perdana, Sabtu (28/2/2026).

Kasus ini diketahui ketika kepala sekolah SMK Negeri 1 Badiri, Kecamatan Badiri mendatangi sekolah pascabencana banjir susulan.

Begitu masuk ke area sekolah, pintu laboratorium belajar ilmu komputer sudah rusak.

Kemudian dilihatnya barang-barang berharga untuk belajar mengajar sudah hilang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka ternyata merupakan mantan narapidana yang baru bebas dari penjara.

Namun demikian, Polisi belum menjelaskan dijual kemana barang curiannya, dan uangnya untuk apa.

Saat ini, lanjut Iptu Dian Polisi masih mendalami keterangan pelaku.

"Polres Tapteng saat ini sedang mendalami apakah pelaku beraksi seorang diri atau ada sindikat lain yang menampung barang-barang curian bernilai tinggi tersebut."

(Cr25/Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved