Tingkatkan Produksi, Pemprov-DEN Dorong Pemanfaatan AI untuk Sistem Pertanian di Sumut 

Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sistem pertanian berbasis AI untuk Sumut telah siap diterapkan.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
IST
Gubsu Bobby Nasution saat meninjau persawahan di lokasi bencana beberapa waktu lalu, Rabu (25/2/2026). Pemprov dan DEN akan manfaatkan AI untuk sistem pertanian di Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) berencana memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk tata kelola sistem pertanian.  

Tujuannya mendorong modernisasi sektor pertanian serta meningkatkan produksi secara lebih masif lagi.

Untuk itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, perlunya peningkatan kemampuan para penggunanya. Seperti petani, penyuluh, dan pihak terkait lainnya.

“Perlunya penguatan sistem digital, bukan hanya alat saja, tetapi SDM yang menggunakan, kemudian dukungan kebijakan yang tepat,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Menurut Bobby, semakin mumpuni kemampuan pengguna teknologi tersebut, semakin baik pula tingkat keakuratan dan kemampuan AI dalam menunjang kebutuhan pertanian.

Baca juga: Sentra Pertanian Masuki Musim Panen, Kota Siantar dan Labuhanbatu Alami Deflasi

Diterangkannya, teknologi ini dinilai mampu memprediksi curah hujan, menentukan waktu tanam dan panen, menganalisis hama dan cara penanganannya, serta berbagai kebutuhan lainnya.

“Peran AI sangat penting dalam teknologi pertanian, tetapi tentu bila data yang kita input akurat, hasilnya kita bisa lebih akurat memprediksi curah hujan, waktu tanam dan panen, bahkan analisa hasil produksi pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sistem pertanian berbasis AI untuk Sumut telah siap diterapkan.

 Ia juga menyebut, investor telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan teknologi pertanian tersebut.

Saat ini, sistem pertanian berbasis AI telah diterapkan di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) 2. Menurut Luhut, sistem tersebut siap diaplikasikan pada sektor pertanian masyarakat.

“Sistem AI-nya sudah ada, bekerja sama dengan TSTH, lahan ada, ini bukan angan-angan lagi, titik-titiknya sudah dapat tinggal kita ‘jahit’,” jelasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved