Berita Viral

PRESIDEN Prabowo Tugaskan Luhut Percepat Digitalisasi Bansos Agar Akurat, Bersih, dan Tepat Sasaran

Luhut menjelaskan, digitalisasi bantuan sosial ini diperkirakan akan menghemat anggaran hingga 100 sampai 150 triliun rupiah per tahun.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Dok BPM Setpres
Presiden Prabowo Subianto menugaskan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan untuk mempercepat digitalisasi bantuan sosial (bansos). Seteah ditunjuk sebagai Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (PTDP), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pilot project digitalisasi perlinsos ini diperluas ke berbagai kabupaten dan kota. (Dok BPM Setpres) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Prabowo Subianto menugaskan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan untuk mempercepat digitalisasi bantuan sosial (bansos).

Sebagai Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (PTDP) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, pilot project digitalisasi perlinsos ini diperluas ke berbagai kabupaten dan kota.

“Kita akan piloting ke 32 kabupaten dan kota yang diseleksi oleh Kemendagri,”ujar Luhut dalam Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Tingkat Nasional yang berlangsung secara hybrid dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Luhut menjelaskan, digitalisasi bantuan sosial ini diperkirakan akan menghemat anggaran hingga 100 sampai 150 triliun rupiah per tahun. 

Kata Luhut, dalam paparan Menteri Dalam Negeri, daerah yang diusulkan menjadi pilot project terdiri dari 16 kabupaten/kota di wilayah Indonesia barat, 11 daerah di Indonesia tengah, serta 5 daerah di Indonesia timur.

Luhut juga menekankan pentingnya akurasi data berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan. 

Fokus utama penekanan ini adalah pada program strategis seperti digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan e-katalog. 

Luhut secara khusus menyoroti keberhasilan pelaksanaan uji coba penyaluran bansos berbasis digital di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut Luhut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menunjukkan kesuksesan nyata dalam menjalankan program digitalisasi tersebut. 

“Antusiasme warga Banyuwangi terhadap program ini cukup tinggi, didasari oleh optimisme bahwa sistem baru ini akan lebih mudah diakses dan mampu mendistribusikan bantuan secara lebih akurat,” ujar Luhut.

Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (PTDP) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah uji coba pendaftaran digitalisasi bansos di dua desa, yaitu Desa Kemiren di Kecamatan Glagah, pada Kamis, 18 September 2025.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk menciptakan sistem bansos yang transparan, efisien, dan minim penyimpangan. 

Dengan mengandalkan teknologi AI, diharapkan proses identifikasi dan verifikasi data calon penerima bantuan dapat dilakukan dengan tingkat akurasi yang tinggi. 

Hal ini bertujuan agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Luhut optimistis angka kemiskinan akan turun dengan sangat signifikan jika mekanisme digitalisasi bansos diterapkan.

Sebelumnya, Luhut memperkirakan penerapan digitalisasi bantuan sosial (bansos) bisa mengurangi 34 juta orang miskin selama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved