Sentra Pertanian Masuki Musim Panen, Kota Siantar dan Labuhanbatu Alami Deflasi

Di Kota Pematangsiantar, penurunan harga terutama disumbang oleh cabai merah, andaliman, dan cabai rawit. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN
SIDAK BULOG - Pemko Pematangsiantar memantau kebutuhan beras di Gudang Bulog Jalan Medan Pematangsiantar pada Januari 2026 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di dua daerah yakni Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu, tercatat mengalami deflasi per Januari 2026.

Syandrina Harahap dari Seksi Informasi KPw Bank Indonesia Pematangsiantar melaporkan bahwa untuk di Kota Pematangsiantar, deflasi bulanan tercatat sebesar -0,11 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi masih berada di level 4,70 persen (yoy), sementara inflasi tahun berjalan tercatat -0,11 persen (ytd).

Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu mengalami deflasi yang lebih dalam, yakni -0,83 persen (mtm).

Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,73 persen (yoy) dengan inflasi tahun berjalan -0,83 persen (ytd). 

"Harga Pangan Turun, Emas Masih Naik Deflasi pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh mulai masuknya masa panen di sejumlah sentra produksi, sehingga pasokan komoditas pangan meningkat dan harga cenderung turun," sebut laporan inflasi bulanan yang disampaikan BI Pematangsiantar.

Selain itu, efek tingginya inflasi pada Desember 2025 (base effect) turut mendorong penurunan harga pada awal tahun.

Di Kota Pematangsiantar, penurunan harga terutama disumbang oleh cabai merah, andaliman, dan cabai rawit. 

Sementara di Kabupaten Labuhanbatu, deflasi banyak dipengaruhi oleh turunnya harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Adapun wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar memiliki sentra pertanian seperti di Simalungun, Batubara Asahan, Labuhanbatu Raya.

Khusus Simalungun juga memiliki sumber daya pertanian holtikultura yang beragam. 

Meski demikian, tekanan deflasi tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan.

Ketidakpastian ekonomi global mendorong masyarakat mengalihkan investasi ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven), sehingga harga emas meningkat cukup signifikan di kedua wilayah.

Selain emas, beberapa komoditas ikan juga turut memberikan andil inflasi. 

"Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Untuk menjaga stabilitas harga, KPwBI Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor," ujarnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved