Sumut Terkini
Dinkes Sumut Terima Sampel MBG yang Diduga Buat 154 Siswa SMK Sidikalang Keracunan Massal
Dinkes Sumut sampel MBG yang diduga membuat seratusan Siswa SMK di HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi baru diterima pihaknya hari ini.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis mengatakan, sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga membuat seratusan Siswa SMK di HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi baru diterima pihaknya hari ini, Rabu (11/2/2026).
Hamid menerangkan, sampel MBG yang diterimanya yakni seluruh menu makanan yang dimakan siswa SMK HKBP Sidikalang pada hari Senin lalu.
Menurutnya,saat ini masih dalam pemeriksaan Labkesda Sumut. Dan hasilnya akan keluar setelah 3-4 hari ke depan.
"Sampel makanan yang diduga membuat siswa SMK HKBP Sidikalang keracunan itu baru kami terima hari ini. Dan sedang dalam tahap pemeriksaan di Labkesda Sumut," jelasnya kepada Tribun Medan, Rabu (11/2/2026).
Dikatakannya, ia belum bisa memastikan atau melakukan dugaan awal penyebab seratusan siswa tersebut keracunan MBG.
"Belum bisa kita menduga karena memang seluruh sampel pada menu makanan di hari itu seperti ayam gulai, sayur dan lain-lain masih dalam pemeriksaan. Hasilnya akan keluar 3-4 hari ke depan," jelasnya.
Diketahui,Sebanyak 154 siswa Sekolah Menengah Kejuruan HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi Sumatera Utara diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis viral di Sosial Media.
Dari sejumlah foto yang beredar di sosial media, terlihat seratusan siswa itu sedang dirawat dan diinfus di rumah sakit.
Menanggapi itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut T Agung Kurniawan membenarkan adanya seratusan siswa yang sedang dirawat di rumah sakit.
"Jadi gini yang harus disampaikan ada beberapa poin, yang pertama itu benar terjadi hal itu (siswa masuk rumah sakit) tetapi belum bisa dikatakan disebabkan kontaminasi pangan," jelasnya Kepada Tribun Medan,Selasa (10/2/2026).
Hal itu dikarenakan, siswa tersebut memakan nasi MBG pukul 10.00-1100 WIB. Sementara banyak anak-anak mulai mengeluh sakit pada malam hingga hari ini.
"Kejadiannya itu pada Senin (9/2/2026) kemarin. Jadi pagi ke siang hari itu makan nasi MBG. Tapi siswa mulai kesakitan itu di malam hari. Kemudian, puncaknya pagi hari ini," jelasnya.
Untuk itu,ia belum bisa memastikan apakah itu penyebab penyakitnya dari MBG atau seperti apa.
"Sejauh ini juga hasil lab nya belum keluar. Karena sampel makanan sudah dibawa ke Labkesda Sumut Medan," katanya.
Meski begitu, kata
Dijelaskannya, lauk pada hari itu, ada ayam gulai, tahu goreng,selada, timun dan nasi putih. Sementara berdasarkan medisnya, apabila ada kontaminasi makanan itu terjadi 3-4 jam setelah makan.
| Ditjen Imigrasi Terapkan WFH Jumat, Layanan Paspor dan Pengawasan Tetap Berjalan |
|
|---|
| Pemkab Langkat Genjot Perbaikan RTLH, Ondim: Masih Ada Ribuan Rumah Lagi |
|
|---|
| Ditinggal ke Acara Pemakaman Ortu, Kedai Literacy Coffee Dibobol Maling, Uang Ribuan Dollar Raib |
|
|---|
| Topan Ginting Tak Banding Usai Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara Kasus Korupsi Jalan |
|
|---|
| Kejati Sumut Teliti Dokumen Korupsi Jalan Tol Medan-Binjai yang Rugikan Negara Rp 1,1 Triliun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Diduga-Keracunan-MBG-Sebanyak-154-siswa.jpg)