Sumut Terkini
3 Kab/Kota di Sumut jadi Daerah Percontohan WtE, Ini 7 Hal Penataan Kota Cukup Krusial yang Disorot
Menurutnya, jika kepala daerah terkendala di anggaran, itu bukanlah suatu alasan yang membuat program WtE tersebut terhenti.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, Tiga Kab/Kota Sumut menjadi percontohan Waste to Energy (WtE) yang akan dibangun oleh Danantara.
Adapun 3 Kab/kota itu Medan, Deliserdang dan Binjai atau disebut dengan Medan Raya.
WtE adalah satu diantara Program milik Presiden Prabowo yang fokus untuk mengatasi darurat sampah menjadi energi listrik atau pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL).
Untuk itu, kata Bobby Nasution, ada tujuh hal tatanan kota yang menjadi permasalahan serius dan perlu diperhatikan. Agar Program WtO terwujud.
“Sudah lima kali arahan ini diberikan Pak Presiden dan apalagi Medan Raya (Medan, Binjai, Deliserdang) salah satu daerah percontohan Waste to Energy yang akan dibangun oleh Danantara,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang dilihat, Minggu (8/2/2026).
Bobby Nasution juga merinci tujuh persoalan tersebut meliput pengelolaan sampah, kawasan kumuh, reklamasi liar, kabel utilitas dan penerangan, trotoar, reklame dan billboard, serta drainase.
“Papan reklame misalnya, tolong dibuat peraturannya benar-benar, jadi tak numpuk di satu lokasi, kabel-kabel komunikasi, internet, listrik yang masih semerawut, koordinasikan dengan pihak terkait,"ucapnya.
Menurutnya, jika kepala daerah terkendala di anggaran, itu bukanlah suatu alasan yang membuat program WtE tersebut terhenti.
"Penerangan jalan, mungkin anggaran bapak/ibu tidak cukup, saran saya KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) saja, seperti lampu, pengelolaan sampah itu bisa, kalo anggaran terlalu minim kita bantu,” jelasnya.
Selain itu, Bobby Nasution juga meminta seluruh ASN, TNI, dan Polri untuk ikut membantu penataan serta menjaga kebersihan kota, terutama di kawasan pariwisata, agar upaya penataan kota dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
“Ini kerja besar kita bersama-sama, membersihkan sampah di tempat-tempat umum, jalan, fasilitas umum, daerah harus punya strategi sendiri terutama yang punya kawasan pariwisata, kalau perlu buat badan pengelolanya,” jelasnya.
Dikatakannya, penataan kawasan perkotaan menjadi isu penting yang disorot oleh Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
"Penataan kawasan perkotaan ini berdampak langsung terhadap pariwisata, investasi, serta daya saing daerah. Ini juga merupakan arahan langsung bapak presiden," ucapnya.
(Cr5/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Danantara
| Gubsu Bobby Klaim Angka Kemiskinan di Sumut Menurun, Ini kata Pengamat |
|
|---|
| Terpidana Korupsi DJKA sebut Beri Uang Rp 425 Juta ke Ipar Jokowi, KPK Benarkan |
|
|---|
| Peneliti Telusuri Jejak Perjuangan Tn Raimbang Sinaga, Calon Pahlawan Nasional dari Simalungun |
|
|---|
| Pemkab Simalungun Kaji PMK Terbaru Soal Koperasi Merah Putih: Kita Hanya Pembinaaan Keuangan |
|
|---|
| Mahasiswi di Kisaran Disekap, Diduga Alami Kekerasan dan Pelecahan oleh Mantan Pacar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penataan-Kota-Sejumlah-kendaraan-sedang-melintas-di.jpg)