Pascabanjir, Pemerintah Bangun Tanggul Kembalikan Jalur Sungai 

Ia menambahkan, tanggul yang dibangun akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal kepada masyarakat setempat.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Kondisi jalan Simpang Sigotom yang masih dipenuhi lumpur dan aliran sungai Hutanabolon setelah tiga minggu pasca bencana banjir dan longsor di Tapteng, Jumat (19/12/2025). Pemprov Sumut dan Pemkab Tapteng bakal bangun tanggul untuk kembalikan jalur aliran sungai Hutanabolon, agar tidak mengalir rumah warga kembali. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Pasca dua bulan bencana, Pemerintah Provinsi Sumut dan Kabupaten Tapanuli Tengah sepakat membangun tanggul pada sedimen sungai di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Hal itu dikarenakan aliran sungai tersebut sudah lari dari jalur yang seharusnya.

Pasca bencana di Hutanabolon, Tukka, air sungai itu terus mengalir ke rumah-rumah warga tanpa henti. Akibatnya, rumah warga masih dipenuhi lumpur dan banjir.   

Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, Pemprov dan Pemkab Tapteng meminta bantuan Pusat untuk segera melakukan normalisasi sungai sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas.

Dijelaskan Bobby, Pemkab dan Pemprov sepakat, sedimen sungai yang menumpuk beserta material yang menyumbat sungai dijadikan tanggul penahan sungai.

"Tanggul yang dibangun tersebut sepanjang 10,5 km, bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Pemkab Tapteng, TNI dan Polri," jelasnya dalam keterangan tertulis yang dilihat, Minggu (25/1/2026).

Baca juga: Dua Bulan Usai Bencana Banjir dan Longsor, Warga di Tapteng Masih Kesulitan Air Bersih 

Ia menambahkan, tanggul yang dibangun akan dipermanenkan untuk memberikan keamanan maksimal kepada masyarakat setempat.

“Sekarang lagi pengerjaan, sungainya statusnya provinsi, tanggul kanan kiri ini nanti akan dipermanenkan,” ucapnya

Selain mengubah sedimen menjadi tanggul, kata Bobby, Pemkab Tapteng dan Pemprov Sumut juga bekerja sama membangun jembatan penyeberangan manusia untuk mempermudah mobilitas warga.

"Jembatan tersebut menghubungkan pemukiman dan lahan sawah serta kebun masyarakat," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved