Bangun Empati Lewat Foto Kebencanaan, Hadirkan Dokumentasi Visual dari Lokasi Terdampak Banjir  

Kegiatan ini menghadirkan dokumentasi visual dari lokasi terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
PAMERAN FOTO- Andi Gultom saat menjelaskan sejumlah hasil karyanya yang dipajang dalam pameran foto kebencanaan yang menampilkan dokumentasi dampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera, Sabtu (31/1/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komunitas Ngobrol Buku menggelar pameran foto kebencanaan yang dirangkai dengan diskusi publik, pertunjukan sastra, hingga aksi charity di Roha Cafe, Jalan Abdullah Lubis, yang berlangsung mulai 31 Januari hingga 14 Februari 2026.

Pameran ini sebagai upaya membangun empati masyarakat terhadap korban bencana, sekaligus mengedukasi publik tentang isu kebencanaan secara lebih luas.

Kegiatan ini menghadirkan dokumentasi visual dari lokasi terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera, seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Aceh Tamiang.

Ketua Komunitas Ngobrol Buku, Eka Dalanta Tarigan, mengatakan, kegiatan ini bertujuan membuka kesadaran publik bahwa bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga trauma dan dampak sosial jangka panjang bagi korban.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi publik seputar kebencanaan, sekaligus mengetuk hati masyarakat. Foto-foto yang ditampilkan menghadirkan realitas bagaimana kondisi di lapangan, sehingga bisa membangun empati,” ujarnya.

Baca juga: Terinspirasi Bencana, Siswa Sampoerna Academy Medan Pamerkan Amphibious Vehicle di STEAM Expo 2026

Selain edukasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi sosial berupa charity sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami ingin mengajak masyarakat bahwa saudara-saudara kita yang terdampak bencana sampai hari ini masih berjuang. Tidak hanya kehilangan secara fisik, tapi juga trauma. Mereka butuh dukungan dan perlu terus diingat,” katanya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tidak hanya pameran foto, tetapi juga pertunjukan sastra, bazar foto, serta diskusi kebencanaan yang digelar setiap akhir pekan.

Dalam rangkaian diskusi publik, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya fotografer dokumenter Andi Gultom, News Manager Tribun Medan T Agus Khaidir, serta Dosen Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Ahmad Arief Tarigan.

Selain itu, pada sesi lain turut menghadirkan Lisza Megasari selaku Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kota Binjai.

Diskusi tersebut membahas berbagai perspektif, mulai dari etika peliputan bencana, representasi korban dalam media, hingga pemahaman kebencanaan dari sudut pandang lingkungan, sosial, dan kemanusiaan.

Pameran ini juga dirancang sebagai ruang refleksi publik melalui seni visual, diskusi, dan literasi kebencanaan. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong pemahaman bahwa korban bencana bukan sekadar angka statistik, melainkan manusia dengan kebutuhan, kerentanan, dan martabat yang harus dijaga.

Selain pameran dan diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan panggung sastra yang diisi penyair dan seniman Kota Medan melalui pembacaan puisi, monolog, hingga dramatic reading sebagai upaya merawat empati kemanusiaan melalui seni.

Pada penutupan kegiatan 14 Februari 2026, panitia juga merencanakan aksi charity untuk membantu anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Melalui rangkaian kegiatan ini, penyelenggara berharap masyarakat dapat memahami isu kebencanaan secara lebih utuh, sekaligus tergerak untuk ikut berkontribusi dalam pemulihan korban bencana.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved