Dorong Ketersediaan Air Bersih, Kemenkop Kirim Bantuan Alat Penyaring ke Humbahas
bantuan ini akan segera disalurkan karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya penyaring air, supaya air bersih bisa tersedia.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, DOLOKSANGGUL - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan Nababan menerima bantuan sosial dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk diserahkan kepada korban terdampak bencana banjir dan longsor.
Bantuan tersebut diterima di Posko Darurat yang berlokasi di Dinas Sosial Perkantoran Tano Tubu Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, Rabu (7/1/2025).
Ada pun bantuan sosial yang diterima berupa alat penyaring air untuk ketersediaan air bersih kepada korban di daerah longsor dan banjir.
"Kemudian hygine kit (pampers), mainan anak, pembalut wanita dan paket makanan (bubur bayi dan ikan kaleng)," ujar Oloan Nababan.
"Kita menyampaikan terimakasih atas bantuan sosial yang diberikan oleh Kementerian Koperasi kepada masyarakat Humbahas yang terdampak korban dan banjir yang terjadi pada bulan November tahun 2025 lalu," sambungnya.
Baca juga: Bupati Masinton Beri Bantuan Peralatan Sekolah di Sekolah Darurat di Posko Pengungsian Badiri
Ia menuturkan, bantuan ini akan segera disalurkan karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya penyaring air, supaya air bersih bisa tersedia.
Sebelumnya, ia telah mengutarakan soal pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana di Humbahas. Rapat koordinasi tersebut berlangsung pada Minggu (28/12/2025) lalu secara hybrid.
Ia menjelaskan, dalam rapat lanjutan tersebut, sejumlah menteri turut serta antara lain Menteri PKP Maruarar Sirait, Menteri dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Investasi dan Hilirisasasi/ Danantara Rosan Roslani, Kepala BNPB Suharyanto, mewakili Kapolri, mewakili Kementerian ATR/BPN, mewakili Jaksa Agung, mewakili Kepala BPKP, para gubernur, bupati/wali kota terdampak bencana dan undangan lainnya.
Ia menuturkan, Marurar Sirait menyampaikan, negara hadir secara nyata dalam penanganan bencana.
"Pak Menteri juga menyampaikan instruksi Bapak Presiden Prabowo agar seluruh jajaran pemerintah tetap fokus pada kerja nyata di lapangan dan tidak saling menyalahkan di tengah situasi darurat," ujar Oloan Nababan, Senin (29/12/2025).
Ia menerangkan, Menteri PKP menyampaikan 4 hal menyangkut pembangun huntap, yakni sesuai dengan aturan yang ada, memperhatikan kontur huntap, lokasi tidak jauh dari sarana prasarana, dan dekat dengan jalur logistik.
"Lebih lanjut disampaikan skema pembiayaannya dapat dilakukan melalui APBN, Danantara, dan Dana Gotong-royong," ungkapnya.
Selanjutnya, Gubernur Bobby Nasution menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan para kepala daerah terdampak bencana menyoal pembangunan huntap.
"Ke depannya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan melakukan verifikasi dan validasi usulan-usulan kabupaten/ kota untuk selanjutnya dibuatkan keputusan gubernur dengan tetap berkoordinasi kepada Kepolisian dan Kejaksaan agar taat hukum dan terhindar dari masalah hukum di kemudian hari," sambungnya.
Tetapkan Daftar Penerima
| Bangun Empati Lewat Foto Kebencanaan, Hadirkan Dokumentasi Visual dari Lokasi Terdampak Banjir |
|
|---|
| Pascabanjir, Pemerintah Bangun Tanggul Kembalikan Jalur Sungai |
|
|---|
| 600 Paket Logistik Diserahkan, Ringankan Beban Penghuni Huntara Korban Banjir |
|
|---|
| Pencarian Korban Hilang akibat Banjir dan Longsor Berlaku hingga Masa Transisi Berakhir |
|
|---|
| Fokus Pemulihan Bencana, Komisi C Dukung Reformulasi APBD Pemprov |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bantuan-Kemenkop.jpg)