Lakalantas Kereta Api vs Mobil
Perlintasan Kereta Api Sektor 5 Tebingtinggi Kembali Makan Korban, Kali Ini Rombongan Asal Delitua
Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI - Perlintasan tanpa palang yang ada di Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi atau biasa disebut Sektor 5 Paya Pinang kembali menjadi latar belakang peristiwa maut antara kecelakaan kereta api dan kendaraan warga.
Kali ini, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 19.58 WIB, Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza. Hingga berita ini diturunkan ada delapan penumpang dikabarkan meninggal dunia merupakan asal Delitua.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo membenarkan kecelakaan tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat di sekitar lokasi, sebelum melintas masinis KA Sribilah Utama sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali.
Minibus tiba-tiba muncul dari arah samping melintas di lokasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti, diduga sopir tidak sempat menengok ke kanan dan kiri, sehingga insiden tidak terhindarkan.
“Dampak atas kejadian tersebut membuat lokomotif dari KA Sribilah Utama mengalami kerusakan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sehingga harus dikirim lokomotif penolong dari Stasiun Tebingtinggi," katanya.
"Kondisi masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ungkap Anwar.
Penyebab Rawan Kecelakaan
Menurut warga setempat, Lokasi Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, memang sangat membutuhkan palang pintu perlintasan kereta api. Sebab, jalan umum yang ada di titik tersebut menikung dan memiliki jarak pandang yang terbatas karena terhalang tanaman umbi-umbian.
"Ini jalannya menikung dan setelah masuk tikungan ketemu rel perlintasan kereta api. Saat tanaman ubi di kiri kanannya tinggi, itu sopir biasanya nggak sadar kalau ada kereta api akan melintas," kata Eri, warga setempat.
Selain itu, kata Eri, lokasi perlintasan yang sepi permukiman membuat banyak warga tidak mengingatkan kendaraan yang melintas untuk lebih berhati-hati.
Terlebih saat malam hari, lokasi perlintasan tergolong gelap.
"Apalagi ini kan karena sepi, kemudian jarak Stasiun Tebingtinggi masih 2,5 km lagi, rata-rata kereta api yang lewat lajunya masih tinggi. Makanya setiap kecelakaan, korban jiwanya pasti ada saja," ujar warga.
Time Line Kecelakaan Sebelumnya
••• Pada Minggu (14/1/2024), Kereta Api (KA) Datuk Blambangan menabrak Toyota Avanza di Sektor V, Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. Akibat kecelakaan itu, satu orang tewas di tempat dan seorang luka berat.
Korban jiwa dalam peristiwa tersebut adalah seorang siswi SMA asal Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai bernama Enjelina (16).
••• Pada Rabu (16/12/2020) sore, seorang balita berusia 3 tahun bernama Dzihan Aisyah Putri yang masih merupakan warga sekitar tewas dalam kecelakaan kontra kereta api. Korban yang saat itu berada dalam mobil Honda Jazz bersama keluarga ditabrak kereta api Putri Deli yang datang dari arah Kisaran.
Selain Dzihan yang meninggal dunia, ada 4 orang mengalami luka ringan dan 1 orang lainnya mengalami luka berat.
(alj/tribun-medan.com)
| INILAH 10 Poin Syarat yang Diajukan Iran dan Disetujui Trump, Akhirnya Resmi Gencatan Senjata |
|
|---|
| TEGAS, Dedy Mulyadi Langsung Copot Kepala Samsat Buntut Persulit Warga Bayar Pajak Kendaraan |
|
|---|
| Pengakuan Menkeu Purbaya Kecolongan Pengadaan 21.800 Motor oleh BGN untuk Program MBG |
|
|---|
| DETIK-DETIK Akhir Deadline Ultimatum Trump, Iran Ajukan Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Pengantin Wanita Ini Nangis Saat Malam Pertama, Suaminya Ternyata Perempuan, Kini Lapor Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Lakalantas-Kereta-Api-Sribilah-vs-Mobil-Avanza-di-Tebingtinggi-Sumatera-Utara_.jpg)