Perbaikan Sawah Pasca-bencana Segera Dimulai, Ground Breaking akan Dibuka Presiden di Tapteng

Diterangkannya, pendataan sudah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu terkait lahan, alat pertanian, dan lain sebagainya.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Penampakan puluhan hektare sawah yang terendam banjir dan lumpur di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, Minggu (7/12/2025). Padahal padinya sudah menguning dan siap panen. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan, percetakan persawahan di tiga area bencana yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh akan dimulai pada Kamis (15/1) mendatang.

Secara resmi, kegiatan ground breaking percetakan sawah baru ini, kata Bobby, akan dibuka oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Tapanuli Tengah.  

Ia menjelaskan, dalam catatan Pemprov Sumut, luas kerusakan lahan pertanian mencapai 50.539 hektare, dengan total kerugian Rp 1,48 triliun.

"Di hari Kamis untuk sektor pertanian ini akan dimulai di ground breaking oleh Kementerian Pertanian serentak di tiga provinsi Aceh, Sumbar, dan Sumut. Groundbreaking di tempat Pak Masinton, Kabupaten Tapteng yang rencananya dihadiri oleh Pak Presiden," jelasnya, Selasa (13/1/2026). 

Diterangkannya, pendataan sudah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu terkait lahan, alat pertanian, dan lain sebagainya.

Baca juga: Antisipasi Sawah Gagal Panen Pascabanjir, Bulog Sebut Stok Beras Sumut Capai 42.000 Ton

"Pendataan lahan dann alat pertanian ini memiliki tiga kategori. Seperti rusak ringan, sedang dan berat," tuturnya. 

Dikatakannya, selama ini pihaknya terus mendapatkan update soal pembangunan rumah. Namun sangat minim informasi soal perbaikan sawah dari Kementerian.

"Dari sektor perumahan kita banyak dapat update. Tapi salah satu yang diinginkan masyarakat, update untuk pelaksanaan pembukaan lahan pertanian ini. Kalau bisa kami ikut dalam rapat perbaikan lahan pertanian dengan kementerian. Agar kami bisa sampaikan langsung ke masyarakat kami," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Tapteng Masinton mengatakan, sudah mendapatkan informasi pelaksanaan groundbreaking percetakan sawah pasca bencana akan dilakukan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Nanti tanggal 15 Kementerian Pertanian akan melakukan ground breaking di Tapteng untuk mencetak sawah-sawah baru. Karena sebagian besar sawah kami mengalami sedimentasi yang cukup tinggi dan kerusakan sawah yang sangat parah pasca bencana banjir dan longsor," tuturnya.

Menurutnya, saat ini proses penanggulangan bencana di Tapteng sudah masuk dalam fase transisi pemulihan.

"Jadi sekarang itu kami melakukan pembersihan-pembersihan, baik permukiman, kemudian alur sungai, dan juga daerah yang dipenuhi sedimen, tanah, lumpur, dan juga gelondongan kayu," jelasnya.

Namun diakuinya, pihaknya masih banyak kekurangan alat berat untuk perbaikan dengan skala besar

"Ini terus bertahap kami lakukan sehingga sekarang mulai perlahan-lahan, karena apa pun sedimen itu, termasuk pembersihan kayu dan normalisasi sungai, membutuhkan alat berat yang banyak," tuturnya.

Saat ini Pemkab Tapteng hanya mampu menurunkan 20 alat berat untuk perbaikan pasca- bencana.

"Kami sudah menyewa lebih kurang 20-an alat dan itu rasanya masih kurang dan benar-benar sangat kurang. Karena sebaran yang terdampak bencana itu sangat banyak titiknya, jadi membutuhkan banyak alat berat, apalagi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan butuh normalisasi dan gelondongan kayu yang sangat banyak butuh alat berat yang sangat banyak," ucapnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved