Ditargetkan Selesai Sebelum Puasa, Pemprov Tambah Anggaran Rp 12 Miliar Bangun 200 Huntap 

Diterangkannya, untuk besaran anggaran pengajuan pembangunan rumah maksimal sebesar Rp 60 juta per unit. 

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
(Vision+)/Azis Husein Hasibuan
TINJAU BANJIR - Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bupati Tapsel Gus Irawan saat meninjau banjir bandang di Garoga, Batangtoru, Jumat (19/12/2025). Pemerintah akan membangun rumah untuk hunian tetap bagi para pengungsi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Bobby Nasution mengatakan, pemerintah provinsi bakal menambah anggaran untuk pembangunan 200 unit rumah korban bencana banjir dan longsor di Sumut. Dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 12 miliar.

Dijelaskan Bobby, satu unit rumah itu besaran anggarannya berkisar Rp 60 juta. Harga rumah ini tergantung dari kabupaten/kota yang mengajukan.

Diterangkannya, jika dalam batas waktu belum ada kabupaten/kota yang mengajukan, maka anggaran itu bakal dimasukkan untuk bantuan pembangunan ke BNPB. 

"Yang dari provinsi tadi total yang tambahan saja 200 unit rumah senilai satu rumahnya Rp 60 juta, tergantung dari kabupaten yang akan mengajukan," ucapnya, Senin (12/1/2026). 

Diterangkannya, untuk besaran anggaran pengajuan pembangunan rumah maksimal sebesar Rp 60 juta per unit. 

"Tapi dalam batas waktu ini belum diajukan oleh kabupaten/kota untuk penambahan 200 unit, kami akan memasukkan uang itu membantu tambahan dana untuk BNPB untuk hunian tetap Rp 60 juta," ucapnya. 

Baca juga: Bobby Nasution Desak Data Huntara dan Huntap Rampung Minggu Ini  

Dengan tambahan itu, sebagian rumah bakal mendapat bantuan menjadi Rp 70-75 juta per unit. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 12 miliar. 

"Mungkin bukan hanya Rp 60 juta (nilai bangunannya) tapi bisa Rp 70 juta atau Rp 75 juta penambahannya, tapi dari totalnya tidak melebihi dari 200 unit dikali Rp 60 juta, kalau diuangkan mungkin Rp 12 miliaran," jelasnya. 

Terpisah, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan, ada 5.951 hunian tetap (huntap) dan 1.049 hunian sementara (huntara) untuk korban banjir bandang-longsor di Sumut. Ditargetkan seluruh warga sudah bisa masuk ke huntara sebelum puasa dan sebagaian sudah bisa masuk huntap. 

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan jika ada tiga kabupaten yang mengajukan hunian sementara (huntara) di Sumut, yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Tapanuli Tengah. 

"Per hari ini untuk di wilayah Sumatera Utara hanya tiga kabupaten yang mengajukan pembangunan huntara, yaitu Tapanuli Utara ada 40 unit, Tapanuli Tengah 209 unit, Tapanuli Selatan ada 800 unit, sementara kabupaten/kota lainnya tidak mengajukan huntara sehingga masyarakat yang rusak berat ini mendapat dana pengungsian," kata Suharyanto.

Untuk huntara, bakal dibangun di 7 kabupaten/kota dengan jumlah 5.951 unit. Ditargetkan bakal rampung sebelum puasa tahun ini. 

"Sementara per hari ini hunian tetap yang akan dibangun di seluruh Sumatera Utara ada 5.951 unit, rata-rata sudah berjalan mungkin sekitar 20 persen, target di akhir Januari atau sebelum puasa ini masyarakat sudah masuk hunian sementara dan sebagian hunian tetap, ada di 7 kabupaten/kota," jelasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved