Sumut Terkini

Gubsu Bobby Nasution Geser Anggaran APBD Rp 430,5 Miliar untuk Pemulihan Pasca Bencana di Sumut

pergeseran anggaran ini mencakup pembangunan infrastruktur, Bidang Komunikasi dan Informatika, Bidang Pendidikan dan Bidang Kesehatan. 

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
RAPAT KOORDINASI - Suasana Rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Provinsi Sumatera Utara bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Kepala BNPB Suharyanto, dan sejumlah pejabat lainnya di Kantor Gubernur Sumut, Senin (12/1/2026). Bobby menyampaikan soal pergeseran anggaran APBD 2026 di sejumlah dinas pasca bencana banjir dan longsor di Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan,  total kebutuhan   pergeseran  anggaran pasca bencana banjir dan longsor mencapai Rp 430.518.469.249.   

Menurut Bobby Nasution,  pergeseran anggaran ini mencakup pembangunan infrastruktur, Bidang Komunikasi dan Informatika, Bidang Pendidikan dan Bidang Kesehatan. 

Selain pergeseran anggaran, kata Bobby Nasution, Pemprov Sumut mengalokasikan  bantuan keuangan untuk daerah bencana sebesar Rp 110.000.000.000

"Total kebutuhan anggaran pergeseran capai Rp430,5 miliar. Dan alokasi anggaran ini kita ambil  dari  anggaran APBD 2026 dari sejumlah dinas," jelasnya dalam  rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Provinsi Sumatera Utara bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Kepala BNPB Suharyanto, dan sejumlah pejabat lainnya di Kantor Gubernur Sumut, Senin (12/1/2026).

Menurut Bobby Nasution pergeseran anggaran untuk Bidang Infrastruktur penambahan anggarannya mencapai Rp 275.067.716.000. 

Dirincikannya,  untuk pembangunan infrastruktur terintegrasi yakni jembatan, tanggul, jalan dan normalisasi sungai,sumber daya air dan alat berat, anggarannya Rp 256.000.000.000. 
Sememantara untuk pembangunan dan  rehabilitasi rumah korban bencana atau relokasi anggarannya sebesar Rp. 19.067.716.000

"Untuk bidang infrastruktur ada Rp 275 miliar, ini penambahan dari anggaran sebelumnya," ucapnya.

Dijelaskannya, ada anggaran di Bidang Komunikasi dan Informatika  yang seharusnya diperuntukkan untuk internet gratis  di ruang publik sebesar Rp 1.680.000.000. 

"Anggaran bidang komunikasi ini, kami fokuskan untuk perbaikan  20 ruas jalan yang terdampak bencana sebesar Rp275 miliar ini. Nanti akan diambil juga dari  penambahan pergeseran anggaran lainnya," ucapnya.

Diterangkannya, dari perbaikan jalan ini, ada beberapa ruas jalan yang sudah rusak sebelum bencana.

"Sehingga ada anggaran dari sejumlah daerah yang nantinya ditambah untuk pergeseran anggaran lainnya," tuturnya.

Selanjutnya, pergeseran anggaran terjadi di Dinas Pendidikan. Hal ini dikarenakan Pemprov menggratiskan biaya Pendidikan anak sekolah tingkat SMA/SMK/SLB yang terdampak bencana.

"Bantuan SPP bagi siswa yang sekolahnya terdampak bencana di 5 daerah (Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan dan Langkat. Pergeseran anggaran sebesar Rp21.792.726.000," ucapnya.

Selain untuk program biaya sekolah digratiskan, Pemprov juga melakukan perbaikan sejumlah sekolah di daerah terdampak (Deliserdang, Humbahas,Langkat, Madina,Sergei, Tapsel, Tapteng, Taput, Binjai, Medan, dan Tebing Tinggi) sebesar Rp 15.078.027.249. 

"Kita ada program sekolah gratis yang awalnya untuk Kepulauan Nias saja, kini ke daerah terdampak bencana dan kita lakukan juga untuk perbaikan pembangunan sekolah," ucapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved