Sumut Terkini

Alasan Disuruh Bos, Pekerja Rumah Makan di Tebingtinggi Bawa Kabur Sepeda Motor Nenek Pedagang Bunga

Pasalnya, sepeda motor jenis matic yang sebelumnya dipinjamkan oleh Yenita kepada seorang pria tak kunjung kembali alias dibawa kabur. 

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
IST
PENGGELAPAN SEPEDA MOTOR - Foto terduga pelaku dan sepeda motor nenek pedagang bunga di Kota Tebingtinggi, yang dibawa kabur pelaku, Rabu (25/3/2026) kemarin. Saat meminjam sepeda motor korban, pelaku yang biasa dipanggil Dedek ini mengaku disuruh bos bersihkan toko. 

TRIBUN-MEDAN.com, TEBINGTINGGI- Niat baik memberikan pinjaman sepeda motornya, seorang wanita paruh baya di Kota Tebingtinggi malah mendapatkan nasib nahas.

Pasalnya, sepeda motor jenis matic yang sebelumnya dipinjamkan oleh Yenita kepada seorang pria tak kunjung kembali alias dibawa kabur. 

Diungkapkan Yenita, awalnya sepeda motornya dipinjam oleh seorang pria yang ia kenal merupakan pekerja rumah makan di samping tempat ia berjualan bunga di Jalan Pemuda Pejuang, Kota Tebingtinggi, pada Rabu (25/3/2026) kemarin.

Ia mengaku, saat itu pemuda yang dikenal dengan panggilan Dedek tersebut berniat meminjam sepeda motornya dengan alasan ada keperluan mengambil peralatan untuk membersihkan rumah makan tempat ia bekerja. 

"Pertama dia mau pinjam ambil alat untuk bersihkan dalam rumah makan itu, karena bosnya kan lagi mudik, jadi sebelum buka mau dibersihkan dulu," ujar Yenita, Minggu (29/3/2026). 

Dijelaskan Yenita, awalnya ia tidak ingin meminjamkan sepeda motornya karena memang tak terlalu mengenal pelaku dengan baik.

Namun, dirinya mengatakan karena ia membawa nama adik dari pemilik rumah makan di samping tempat ia biasa berjualan bunga, ia sedikit percaya. 

"Kalau dia (pelaku) kerja di situ sekitar dua bulan inilah, kalau kenal kali sih enggak. Cuma karena dia ngakunya disuruh bosnya ya saya kasih, karena saya kenal sama bosnya," katanya. 

Awalnya, ia mengaku tak menaruh curiga karena setelah pelaku membawa sepeda motornya dengan plat nomor BK 3407 NAZ itu tak lama ia kembali.

Namun, saat itu sepeda motornya tak langsung dikembalikan dengan alasan ia akan pergi lagi karena masih disuruh oleh bosnya membawa kertas nasi dari warung tersebut. 

"Karena sudah pulang, saya minta sepeda motor saya cuma dia mau pergi lagi katanya," ucapnya. 

Akhirnya setelah beberapa jam sejak sekitar pukul 15.00 WIB pelaku meminjam sepeda motor tersebut ia tak kunjung kembali. Karena curiga, Yenita mengaku sempat memberi kabar kepada anak dan beberapa orang kerabatnya untuk mencoba mencari sepeda motornya. 

Namun, hingga malam percobaan mencari sepeda motornya yang dibawa oleh pelaku tak membuahkan hasil.

Alhasil, ia menghubungi adik dari pemilik rumah makan tempat pelaku berkerja karena saat meminjam sepeda motor Yenita pelaku mengaku sempat disuruh oleh adik pemilik rumah makan tersebut. 

Setelah dikonfirmasi, ternyata adik dari pemilik rumah makan tersebut mengaku tidak ada menyuruh pelaku. Karena curiga, adik pemilik rumah makan tersebut langsung mengecek pelaku ke kontrakannya di kawasan Jalan Bulian. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved