Masa Tanggap Darurat Beralih ke Transisi, Fokus Percepatan Penanggulangan Pasca-bencana

Menurut Bobby, meski  sudah beralih ke masa transisi, pencarian orang hilang tidak dihentikan dan  harus tetap dilaksanakan.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/IST
Kegiatan kerja bakti pasca bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (22/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengakhiri masa tanggap darurat bencana di Sumut sejak 31 Desember 2025 lalu.

Saat ini, kata Bobby Nasution Sumut, memasuki masa transisi percepatan penanggulangan bencana.  Masa transisi ini akan berlangsung selama 3 bulan ke depan atau berakhir pada Maret mendatang.

Menurut Bobby, meski  sudah beralih ke masa transisi, pencarian orang hilang tidak dihentikan dan  harus tetap dilaksanakan.

"Insyaallah kita masuk dalam fase transisi percepatan penanggulangan pasca bencana. Ini menjadi poin. Korban bencana dengan kebutuhan yang sudah didata harus dipenuhi," jelasnya,Jumat (2/1/2026).

Dikatakannya, kebutuhan seperti percepatan infrastruktur rumah, area pertanian dan perekonomian masyarakat seperti UMKM dan lain-lain akan menjadi fokus utama Pemprov Sumut.

Baca juga: Sebulan Banjir di Sumatera, Korban Tewas 1.135 Orang, Gubernur Bobby Perpanjang Tanggap Darurat

"Pada awal kita fokus untuk penanggulangan korban dan keselamatan jiwa. Sementara untuk masa transisi ini, artinya pasca bencana, rumahnya, kebutuhan ekonomi, area pertanian ini bisa kita intervensi masuk. Tapi bukan berarti, pencarian korban dihentikan, tidak. Masa  transisi artinya  tanggap darurat sebagian pemulihan," jelasnya.

Diketahui berdasarkan data BPBD Sumut, Jumat (2/1) pukul 08.00 WIB data korban hilang masih 59 jiwa. Sementara yang meninggal sudah mencapai 366 jiwa.

Dalam laporan BPBD Sumut yang dilihat, jumlah korban meninggal dunia paling banyak saat ini di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yakni 127 orang dan hilang 37 orang. Di urutan kedua, ada Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) meninggal 89 orang dan hilang 20 orang.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved