Banjir dan Longsor di Tapsel

Sekolah Penuh Lumpur setelah Kebanjiran, Siswa SD di Tapteng dan Guru Berpelukan Saling Menguatkan

Para siswa datang melihat kondisi sekolahnya yang masih tertimbun lumpur usai banjir yang melanda pada Selasa 25 November lalu.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
KORBAN BANJIR DI TAPTENG - Kesedihan menyelimuti siswi dan guru di SDN 156473 Lubuk Tuko 2, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (11/12/2025) pagi. Mereka memeluk guru perempuan saling menguatkan atas bencana yang terjadi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suasana kesedihan menyelimuti SDN 156473 Lubuk Tukko 2, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (11/12/2025) pagi.

Para siswa datang melihat kondisi sekolahnya yang masih tertimbun lumpur usai banjir yang melanda pada Selasa 25 November lalu.

Mereka menunjuk-nunjuk barang, kelas tempat mereka sebelumnya belajar, dan bermain bersama.

Suasana semakin hari ketika sejumlah siswi perempuan memeluk seorang guru perempuan seakan saling menguatkan atas musibah yang mereka alami.

Sebab, bukan sekolah saja yang tertimbun lumpur, melainkan rumah para pelajar.

Begitu juga dengan rumah ibu guru berkacamata, hijab warna cokelat, yang rumahnya hancur terseret arus banjir yang begitu ganas.

"Doakan ibu sehat, ya, nak, ya,"katanya.

Mesrayani Sinaga M.Pd, Kepala SDN 156473 Lubuk Tuko 2, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah mengatakan, jumlah murid yang bersekolah sebanyak 110 orang.

Pascabencana yang melanda 25 November lalu, hingga kini proses belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara.

Hal ini dilakukan karena kondisi sekolah yang tidak memungkinkan.

Kursi-kursi terbalik, kelas penuh lumpur, peralatan sekolah rusak, hingga pagar roboh.

Sehingga proses belajar mengajar dilakukan secara daring.

Itu pun, siswa tidak dibebankan pembelajaran maupun pekerjaan rumah (PR) yang berat.

Melainkan, sebatas menguatkan dan mengingatkan kalau mereka adalah pelajar.

"Banyak peralatan perlengkapan belajar mengajar rusak. Proses belajar mengajar dilakukan jarak jauh, melalu grup,"kata 
Mesrayani Sinaga M.Pd, Kepala SDN 156473 Lubuk Tuko 2, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (11/12/2025).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved