Banjir dan Longsor di Tapsel

Banjir di Pulo Lubang Batangtoru Hantam Rumah, Warga : Seperti Air yang Ditumpahkan dari Ember

Warga yang bermukim di Dusun Sukamaju Pulo Lubang, Tapanuli Selatan, ikhlas meninggalkan rumah yang sebagian sudah hancur diterjang banjir.

Penulis: Azis Husein Hasibuan | Editor: Tria Rizki

Banjir di Pulo Lubang Batangtoru Hantam Rumah, Warga : Seperti Air yang Ditumpahkan dari Ember

TRIBUN-MEDAN.com, BATANGTORU - Warga yang bermukim di Dusun Sukamaju Pulo Lubang, Hapesong Baru, Batangtoru, Tapanuli Selatan, ikhlas meninggalkan rumah yang sebagian sudah hancur diterjang banjir bandang.

Ada 28 rumah dan 32 kepala keluarga di dusun  yang sudah berdiri selama 63 tahun ini.

Banjir yang menerjang warga di Pulo Lubang terjadi pada 25 November 2025. 

Air setinggi hampir dua meter ini merendam rumah warga pada pukul 12.30 WIB yang berasal dari luapan daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru.

"Kami gak sempat berkemas, tinggalkan rumah kemudian datanglah air. Kami berlari menyelamatkan nyawa dengan pakaian yang ada di badan," kata Marauli Siregar, Minggu (11/1/12026).

Sudah hampir dua bulan mereka hidup terkatung-katung di pengungsian, tanpa mata pencarian yang sudah rata dengan lumpur.

Masyarakat di Pulo Lubang mayoritas mencari nafkah sebagai petani di lahan sawah mereka seluas 10 hektare.

Kini pemerintah sudah menyiapkan hunian tetap (huntap) sebanyak 227 rumah di Dusun Taman Sari milik PTPN IV Regional I seluas lima hektare.

"Pemerintah sudah menetapkan dusun ini sebagai zona merah. Kami disuruh untuk meninggalkan kampung halaman dengan pindah ke relokasi rumah yang sudah disiapkan di Taman Sari," ungkapnya.

Ingin perbaiki rumah

Tidak semua warga di Pulo Lubang ingin meninggalkan rumah mereka yang kini kondisinya rawan dengan banjir susulan.

Warga ingin menjadikan rumahnya sebagi tempat beristirahat jika nanti sepulangnya dari sawah.

"Kami kan berkebun, pulangnya bisa istirahat di rumah ini. Malamnya nanti barulah tidur di rumah yang akan dibangun di Taman Sari," kata Supaino, warga Pulo Lubang lainnya.

Ia masih ingat betul luapan sungai Batangtoru yang merendam rumahnya pada kejadian November 2025 lalu. Air datang begitu cepat menyapu rumah warga cuma dalam hitungan menit.

"Istri lagi tidur waktu itu. Pokoknya banjir ini menimpa rumah warga seperti air yang ditumpahkan dari ember," jelas Supaino.

(ase/ Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved