Banjir dan Longsor di Sumut
UPDATE Data BNPB Rabu Pagi, Korban Banjir Sumut 301 Meninggal dan 163 Dinyatakan Hilang
Data terbaru BNPB, bencana di Sumatra Utara (Sumut) telah menelan 301 korban meninggal dunia, dan 163 warga dinyatakan hilang
Dengan jutaan penduduk terdampak dan ratusan korban masih belum ditemukan, bencana banjir dan longsor di Sumatra tahun ini menjadi salah satu kejadian paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Mulai Terserang Penyakit
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, mulai sakit.
Data Kemenkes mencatat ada 376 kasus demam dari lima kabupaten di Sumbar, yakni Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar pada periode 25–29 November 2025.
"Sumatera Barat mencatat kasus demam tertinggi di antara tiga provinsi terdampak banjir dan longsor di Sumatera," kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin, dikutip dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).
Agus menyebut, tingginya kasus demam menandakan kondisi lingkungan dan tempat tinggal yang belum pulih sepenuhnya pascabencana.
"Demam adalah keluhan yang paling cepat meningkat setelah banjir, terutama ketika tempat pengungsian padat dan akses air bersih terbatas. Disebabkan juga karena pelindung tubuh yang kurang memadai selama mengungsi," ujar dia.
Sementara itu, keluhan kesehatan lain banyak dilaporkan, meliputi myalgia 201 kasus, gatal 120 kasus, dispepsia 118 kasus, ISPA 116 kasus, hipertensi 77 kasus, luka 62 kasus, sakit kepala 46 kasus, serta diare dan asma masing-masing 40 kasus.
"Di Sumatera Utara, pola serupa juga terjadi. Di Kabupaten Tapanuli Selatan tercatat ada 277 kasus demam, diikuti myalgia 151 kasus," ujar dia.
Warga Sumut juga mulai merasakan gatal-gatal yang tercatat ada 150 kasus, dispepsia 94 kasus, ISPA 96 kasus, hipertensi 75 kasus, luka-luka 45 kasus, sakit kepala 23 kasus, diare 23 kasus, dan asma 3 kasus pada periode 25 November–1 Desember 2025.
Sementara itu, Aceh menunjukkan pola berbeda. Rata-rata para korban mengeluhkan perihnya luka-luka dan disusul ISPA.
"Dari data di Kabupaten Pidie Jaya pada 25–30 November 2025, keluhan tertinggi ialah luka-luka 35 kasus, disusul ISPA 15 kasus dan diare 6 kasus," ujar Agus.
Kemenkes memastikan telah mengirim tenaga kesehatan dan logistik tambahan ke wilayah terdampak.
"Kami menjamin ketersediaan obat dan SDM kesehatan untuk menangani berbagai keluhan kesehatan yang dialami masyarakat. Fokus kami adalah mencegah penularan dan menekan risiko komplikasi," tutur Agus. (*/tribunmedan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Banjir dan Longsor di Sumut
korban banjir Sumut
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
banjir Sumut
Longsor Tapteng
| Puasa Tinggalkan Kampung Halaman, Curhat Warga Korban Banjir Garoga: Gak Perlu Kami Baju Lebaran |
|
|---|
| AKHIRNYA Kementerian Lingkungan Hidup Gugat 6 Perusahaan di Sumut Rp 4,8 Triliun |
|
|---|
| Data BNBA Korban Bencana Sumut Rampung, Gubsu Bobby: Tinggal Tunggu Realisasi Anggaran |
|
|---|
| DAFTAR 6 Perusahaan di Sumut Digugat Kementerian LH Imbas Banjir Sumatera, Dua di PN Medan |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Normalisasi Sungai dan Sawah di Tukka, Akui Bona Lumban Paling Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-Kabupaten-Tapanuli-Tengah-dan-Kota-Sibolga-usai-kena-bencana-alam11.jpg)