Sumut Terkini
Pedagang Keluhkan Intervensi Harga Cabai Rp 35 ribu, Bobby: Makanya Distributor Jangan Bandal Kali
Diterangkan Bobby Nasution, awalnya pihaknya telah meminta ke Distributor, tetapi mereka tidak mau, akhirnya pihaknya mengintervensi cabai ke pasar.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Gubernur Sumut Bobby Nasution merespon, soal sejumlah pedagang di Pasar Petisah menolak operasi pasar yang digelar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumatera Utara melalui distribusi cabai merah dari Pulau Jawa.
Dengan adanya cabai merah dari Pulau Jawa, Kata Bobby Nasution, pemerintah menetapkan harga cabai Rp 35 ribu di pasar.
Dengan tujuan untuk menekan inflasi.
Diterangkan Bobby Nasution, awalnya pihaknya telah meminta ke Distributor, tetapi mereka tidak mau, akhirnya pihaknya mengintervensi cabai ke pasar.
"Kemarin kita sampaikan, ini awalnya kita minta pada distributor. Makanya distributor jangan bandal kali. Kita intinya untuk mengintervensi harga," jelasnya, Selasa (28/10/2025).
Bobby juga mengatakan, jika para pedagang merasa tau harga Distributor, silakan ambil barangnya ke Distributor.
"Kalaupun (pedagang) emang tahu harga di distributor silakan ambil barangnya. kalau distributor tidak mau ambil (cabai dari Jawa), kita coba intervensi ke pasar," jelasnya.
Menurutnya, kebijakan ini diambil bukan untuk segelintir orang. Namun untuk kepentingan seluruh masyarakat Sumut.
"Yang beli masyarakat bukan hanya segelintir orang. Tapi keseluruhan masyarakat Sumut," jelasnya.
Atas kebijakan ini juga, kata Bobby, inflasi di Sumut alami penurunan dan bukan disebabkan oleh cabai.
"Alhamdulillah pak wagub di Rakor inflasi kemarin, karena harga cabai sudah turun, tidak di peringkat pertama lagi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut Fitra Kurnia mengatakan, keluhan yang terjadi itu disebabkan, para pedagang sebelumnya sudah membeli cabai dengan Harga diatas ajuan penjualan.
"Terkait keluhan Pedagang dikarenakan mereka sudah membeli cabai dengan harga diatas Harga Acuan Penjualan (HAP) yg ditetap kan oleh Bapanas," jelasnya kepada Tribun Medan, Selasa (28/10/2025).
Fitra menjelaskan, sementara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di minta untuk melakukan intervensi harga melalui Operasi Pasar Komoditi Cabai.
"Yang kita tahu cabai tercatat sebagai salah satu komponen penyebab tinggi nya Angka Inflasi Sumatera Utara," tuturnya.
Selain itu, kata Fitra komoditi cabai yg dijual Pedagang adalah cabai gunung (lokal). Sehingga memiliki pasar tersendiri.
"Meski begitu, kegiatan operasi pasar ini akan selalu di evaluasi melihat kondisi harga cabai di Sumatera Utara," Katanya.
| Gubsu Bobby Klaim Angka Kemiskinan di Sumut Menurun, Ini kata Pengamat |
|
|---|
| Terpidana Korupsi DJKA sebut Beri Uang Rp 425 Juta ke Ipar Jokowi, KPK Benarkan |
|
|---|
| Peneliti Telusuri Jejak Perjuangan Tn Raimbang Sinaga, Calon Pahlawan Nasional dari Simalungun |
|
|---|
| Pemkab Simalungun Kaji PMK Terbaru Soal Koperasi Merah Putih: Kita Hanya Pembinaaan Keuangan |
|
|---|
| Mahasiswi di Kisaran Disekap, Diduga Alami Kekerasan dan Pelecahan oleh Mantan Pacar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pedagang-Cabai-Elsa-Dayani-saat-melayani-pembeli-di-Pasar.jpg)