Berita Simalungun
MISTERI Kematian Sarpina Sinaga di Simalungun, Polisi Ungkap Hasil Visum dan Olah TKP
Misteri kematian Sarpina Sinaga (44) warga Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, akhirnya terungkap.
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Misteri kematian Sarpina Sinaga (44) warga Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, akhirnya terungkap.
Penemuan jasad Sarpina Sinaga di dalam rumahnya sendiri, sempat mengegerkan warga setempat.
Tim Inafis Polres Simalungun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab kematian ibu rumah tangga tersebut.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada Jumat (15/5/2026), menjelaskan, penemuan jasad korban bermula dari kekhawatiran tetangga sekaligus sahabat dekatnya, Asniroya Saragih (55).
Asniroya merasa curiga karena korban tidak datang berkunjung ke rumahnya selama dua hari berturut-turut pada Rabu dan Kamis (14-15/5/2026), tanpa ada kabar seperti biasanya.
"Biasanya Sarpina Sinaga datang ke rumah saya setiap malam sekira pukul 19.00 WIB dan pulang sekitar pukul 22.00 WIB. Kalau tidak datang, dia selalu pamit. Karena beberapa hari tidak kelihatan dan tidak permisi, Asniroya menyuruh suaminya untuk mengecek kondisi korban," ujar AKP Verry Purba.
Baca juga: Di Hadapan Prabowo, Sigit Mengaku Polri Sudah Punya 1.376 SPPG, Kini Butuh 68 Ribu Pekerja MBG
Suami Asniroya, Maruli Purba (60), kemudian mendatangi kediaman korban yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.
Setibanya di sana, lampu rumah dan teras rumah korban tampak masih menyala.
Ketika memanggil nama korban tidak ada sahutan, Maruli Purba mengintip melalui jendela kaca depan yang tidak bertirai dan mendapati tubuh Sarpina Sinaga dalam posisi duduk di kursi tanpa bergerak sama sekali.
Ia langsung kembali dan meminta bantuan warga sekitar.
Warga beramai-ramai mendatangi rumah korban namun mendapati seluruh pintu terkunci dari dalam.
Mulia Susiratno, salah seorang warga yang turut hadir, menemukan celah pada pintu samping rumah dan berhasil masuk untuk membuka pintu utama.
Di dalam ruang tamu, mereka mendapati Sarpina Sinaga dalam keadaan duduk di bangku plastik, sudah berbau, dan tubuhnya mulai membusuk.
Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pangulu untuk diteruskan ke kepolisian.
Personel Polsek Gunung Malela yang dipimpin Ipda B Situngkir bersama Aiptu Yudi, Aiptu Eldison Damanik, Aipda Simanungkalit, dan Aipda Indo Siahaan, segera mendatangi TKP dan mengamankan lokasi.
Personel Polsek Gunung Malela juga langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Simalungun untuk menyelidiki kematian Sarpina.
"Begitu laporan temuan mayat diterima, personel Polsek Gunung Malela langsung bergerak dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Simalungun untuk segera melakukan olah TKP," ujar AKP Verry Purba kepada awak media.
Baca juga: Kesalahan Prabowo Sebut Warga Desa Tak Pakai Dolar: Bapak Dibohongi Orang-orang Bapak
Tim Inafis Polres Simalungun yang terdiri dari Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra langsung diterjunkan untuk melaksanakan olah TKP secara menyeluruh.
"Tim Inafis kami bekerja cermat dan sistematis di lokasi. Setiap detail TKP diidentifikasi dengan teliti untuk memastikan penyebab kematian korban dapat diketahui secara ilmiah dan akuntabel," ungkap AKP Verry Purba.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, untuk dilakukan visum luar.
Hasil visum luar, kata AKP Verry, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kematian Sarpina diduga akibat faktor penyakit hipertensi.
Perkiraan waktu kematian korban diperkirakan telah berlangsung lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.
"Berdasarkan hasil visum luar, tidak ada indikasi kekerasan. Korban diduga meninggal akibat sakit. Situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif," kata AKP Verry.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk peduli dan peka terhadap kondisi tetangga dan warga sekitar, terutama yang tinggal sendirian. (*/tribunmedan.com)
| MISTERI Kematian Chu Wen Lee Simanjuntak, Ternyata Korban Pembunuhan, Dipicu Kunci Sepeda Motor |
|
|---|
| PILU 3 Kakak Beradik di Simalungun Dicabuli Ayah Kandung, Korban Putus Asa Sampai Minum Racun |
|
|---|
| KRONOLOGI Kasus Inses Ayah dan 3 Putrinya di Simalungun, Terbongkar Usai Kakak Dengar Cerita Adik |
|
|---|
| Dugaan Korupsi di Pemkab Simalungun, Kejaksaan Telusuri Indikasi Korupsi Program Daur Ulang Sampah |
|
|---|
| Kejaksaan Negeri Simalungun Selidiki Dugaan Transfer Dana APBD ke Rekening Pribadi Sekda Simalungun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Warga-Huta-IV-Marihat-Lela-Nagori-Lingga.jpg)