Momentum Beri Pelayanan Terbaik, Pakaian Adat Khas Simalungun Jadi Busana Resmi Hari Jadi Siantar
Wesly juga memaparkan pencapaian Indikator Kinerja Daerah di tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia mencapai 81,71,
Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga dalam sambutannya menyampaikan, Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk melihat masa lalu sebagai rangkaian sejarah yang bernilai, menjadi referensi dalam menapaki masa kini, serta menatap masa depan. Peringatan hendaknya menjadi sarana introspeksi demi kemajuan Kota Pematangsiantar yang lebih baik.
“Kita patut bersyukur atas hari kelahiran Kota Pematangsiantar pada 24 April 1871, yang juga berkaitan dengan kelahiran Raja Sang Naualuh. Beliau adalah putra daerah yang berjuang melawan penjajahan Belanda, hingga akhirnya diasingkan ke Bengkalis dan wafat di sana,” katanya.
Peringatan, lanjutnya, harus mampu meneladani nilai-nilai yang dimiliki Raja Sang Naualuh, yaitu pengasih, melayani, jujur, berani, saling menghormati, dan membangun. Ia juga dikenal memiliki iman yang kuat, rendah hati, konsisten antara perkataan dan perbuatan, berpihak kepada rakyat, menentang penindasan, serta dekat dengan masyarakat.
Atas sifat-sifat tersebut, beliau dikenal sebagai Sang Naualuh, sosok pemimpin yang memiliki delapan prinsip hidup yang menjadi kearifan lokal masyarakat Pematangsiantar.
“Peringatan Hari Jadi ke-155 ini hendaknya menjadi refleksi terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Pematangsiantar. Pemimpin dan aparatur harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut, memiliki kasih tanpa membedakan suku dan agama, memberikan pelayanan yang baik, menjunjung kejujuran, berani menegakkan kebenaran, bertanggung jawab, teguh dalam prinsip, saling menghormati, serta membangun demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Nilai-nilai tersebut, katanya, sejalan dengan kearifan lokal seperti ‘Habonaron do Bona’ dan ‘Sapangambei Manoktok Hitei Haganupan Simadasi’.
“Rasa cinta terhadap Kota Pematangsiantar harus tertanam dalam diri setiap warga, tercermin dalam sikap, serta diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Kota ini adalah rumah kita bersama, yang harus dijaga melalui kolaborasi, kepedulian, dan semangat gotong-royong,” tambahnya.
Pancasila menjadi fondasi utama dalam mempersatukan keberagaman, serta menjadi pedoman dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Kota Pematangsiantar yang lebih maju dan sejahtera.
| Karnaval Budaya Sambut Hari Jadi Kota Siantar Digelar Jumat |
|
|---|
| Bobby Nasution Sebut Makna Kemerdekaan, Kenakan Pakaian Adat Pakpak Bharat di Upacara HUT RI ke-80 |
|
|---|
| Kenakan Pakaian Adat Pakpak di Upacara HUT ke 80 RI, Ini Makna Kemerdekaan Bagi Gubsu Bobby |
|
|---|
| JAWABAN Chiko Soal Fotonya Menikah Dengan Sesama Jenis Berpakaian Adat Jawa Viral: Kami Berpasangan |
|
|---|
| SOSOK Chiko dan Wiran, Dua Pria Viral Foto Prewedding Kenakan Pakaian Adat, Tinggal di Australia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Forkopimda-Kota-Pematangsiantar-kompak-memakai-pakaian-adat-khas.jpg)