Momentum Beri Pelayanan Terbaik, Pakaian Adat Khas Simalungun Jadi Busana Resmi Hari Jadi Siantar
Wesly juga memaparkan pencapaian Indikator Kinerja Daerah di tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia mencapai 81,71,
Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pakaian adat khas Simalungun menjadi dress code resmi pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pematangsiantar Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar di Gedung Harungguan DPRD Pematangsiantar, Jumat (24/4) pagi. Suasana ini menjadi berbeda dibanding saat rapat-rapat biasanya.
Tampak seluruh pemegang undangan yang terdiri dari Pimpinan OPD, anggota DPRD, Pemangku Adat hingga Ahli Waris Raja Pematangsiantar Sang Naualuh Damanik hadir memakai balutan hiou serta bullang/gotong sebagai penutup kepala.
"Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar dengan tema ‘Siantar Rumah Kita’ mengandung makna Kota Pematangsiantar adalah rumah bagi kita semua, tempat kita tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan," ujar Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPRD Kota Pematangsiantar Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, di Gedung Harungguan DPRD Pematangsiantar, Jumat (24/4/2026) pagi.
Menurut Wesly, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar akan terus berupaya untuk menyusun kebijakan demi pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif guna membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pematangsiantar.
"Kami juga berupaya untuk mempertahankan, meningkatkan, dan meraih prestasi sebagai tanggung jawab kami kepada masyarakat," katanya.
Baca juga: 66 Petugas Kebersihan di Siantar Terima SK Kerja, Gaji Capai Rp 2,8 Juta per Bulan
Wesly juga memaparkan pencapaian Indikator Kinerja Daerah di tahun 2025, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia mencapai 81,71, dan usia harapan hidup 75,42 tahun, berada di atas capaian provinsi dan nasional, tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 7,74 persen, dan berbagai prestasi serta pencapaian lainnya.
Dilanjutkannya, Kota Pematangsiantar dibangun di atas fondasi yang kokoh oleh Raja Sang Naualuh Damanik, dengan 8 Poda atau sifat-sifat luhur yang menjadi kearifan lokal masyarakat Kota Pematangsiantar. Sifat-sifat luhur yang diwariskan oleh Raja Sang Naualuh Damanik akan senantiasa menjadi pedoman moral untuk bersama-sama menjaga dan membangun Kota Pematangsiantar.
"Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankan kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, masyarakat, forkopimda, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Pematangsiantar atas dukungan dan kerja sama yang baik. Sehingga kita bisa meningkatkan keharmonisan dan kondusivitas di Kota Pematangsiantar," sebutnya.
Implementasi atas keharmonisan dan kondusivitas dimaksud semakin nyata dengan naiknya peringkat Kota Pematangsiantar ke peringkat 4 secara nasional dalam kategori Kota Toleran pada tahun 2026.
"Semoga pencapaian ini dapat kita gunakan sebagai momentum untuk meningkatkan motivasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan bagi stakeholder yang turut berkontribusi bagi Kota Pematangsiantar," kata Wesly.
Dalam kesempatan tersebut, Wesly mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar.
“Dengan tema ‘Siantar Rumah Kita’, saya bangga menjadi orang Siantar. Mari berkolaborasi, bekerja sama, dan saling mendukung demi mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” tukasnya.
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga, didampingi Wakil Ketua Daud Simanjuntak dan Frengky Boy Saragih.
Turut hadir, Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina, Unsur Forkopimda Plus Kota Pematangsiantar, anggota DPRD, Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Liswati Wesly Silalahi, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh agama, tokoh adat, dan lainnya.
Masa Lalu adalah Referensi Menapaki Masa Kini
Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga dalam sambutannya menyampaikan, Peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk melihat masa lalu sebagai rangkaian sejarah yang bernilai, menjadi referensi dalam menapaki masa kini, serta menatap masa depan. Peringatan hendaknya menjadi sarana introspeksi demi kemajuan Kota Pematangsiantar yang lebih baik.
“Kita patut bersyukur atas hari kelahiran Kota Pematangsiantar pada 24 April 1871, yang juga berkaitan dengan kelahiran Raja Sang Naualuh. Beliau adalah putra daerah yang berjuang melawan penjajahan Belanda, hingga akhirnya diasingkan ke Bengkalis dan wafat di sana,” katanya.
Peringatan, lanjutnya, harus mampu meneladani nilai-nilai yang dimiliki Raja Sang Naualuh, yaitu pengasih, melayani, jujur, berani, saling menghormati, dan membangun. Ia juga dikenal memiliki iman yang kuat, rendah hati, konsisten antara perkataan dan perbuatan, berpihak kepada rakyat, menentang penindasan, serta dekat dengan masyarakat.
Atas sifat-sifat tersebut, beliau dikenal sebagai Sang Naualuh, sosok pemimpin yang memiliki delapan prinsip hidup yang menjadi kearifan lokal masyarakat Pematangsiantar.
“Peringatan Hari Jadi ke-155 ini hendaknya menjadi refleksi terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Pematangsiantar. Pemimpin dan aparatur harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut, memiliki kasih tanpa membedakan suku dan agama, memberikan pelayanan yang baik, menjunjung kejujuran, berani menegakkan kebenaran, bertanggung jawab, teguh dalam prinsip, saling menghormati, serta membangun demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Nilai-nilai tersebut, katanya, sejalan dengan kearifan lokal seperti ‘Habonaron do Bona’ dan ‘Sapangambei Manoktok Hitei Haganupan Simadasi’.
“Rasa cinta terhadap Kota Pematangsiantar harus tertanam dalam diri setiap warga, tercermin dalam sikap, serta diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Kota ini adalah rumah kita bersama, yang harus dijaga melalui kolaborasi, kepedulian, dan semangat gotong-royong,” tambahnya.
Pancasila menjadi fondasi utama dalam mempersatukan keberagaman, serta menjadi pedoman dalam mewujudkan cita-cita pembangunan Kota Pematangsiantar yang lebih maju dan sejahtera.
| Karnaval Budaya Sambut Hari Jadi Kota Siantar Digelar Jumat |
|
|---|
| Bobby Nasution Sebut Makna Kemerdekaan, Kenakan Pakaian Adat Pakpak Bharat di Upacara HUT RI ke-80 |
|
|---|
| Kenakan Pakaian Adat Pakpak di Upacara HUT ke 80 RI, Ini Makna Kemerdekaan Bagi Gubsu Bobby |
|
|---|
| JAWABAN Chiko Soal Fotonya Menikah Dengan Sesama Jenis Berpakaian Adat Jawa Viral: Kami Berpasangan |
|
|---|
| SOSOK Chiko dan Wiran, Dua Pria Viral Foto Prewedding Kenakan Pakaian Adat, Tinggal di Australia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Forkopimda-Kota-Pematangsiantar-kompak-memakai-pakaian-adat-khas.jpg)