Pematangsiantar Naik ke Peringkat 4 Indeks Kota Toleran, Jadi Kado Spesial HUT ke-155
Pematangsiantar Naik ke Peringkat 4 Indeks Kota Toleran, Jadi Kado Spesial HUT ke-155
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kerukunan umat beragama di Pematangsiantar mengantarkan kota ini meraih Peringkat Keempat Indeks Kota Toleransi di Indonesia versi Setara Institute Tahun 2025. Predikat ini menjadi spesial karena Siantar akan memasuki hari jadi ke-155 tahun pada 24 April 2026 lusa.
IKT diluncurkan Setara Institute di Mangkuluhur ARTOTEL Suites Jakarta, Rabu (22/04/2026). Dalam momen bersejarah ini, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Ir Ali Akbar.
Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani mengatakan, sejak 2015 Setara Institute melakukan pengukuran praktik dan pemajuan toleransi di kota-kota melalui studi IKT.
“Studi ini dimaksudkan untuk mencatat praktik-praktik baik yang dilakukan oleh elemen-elemen kota, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam soal toleransi, inklusi, dan tata kebinekaan di kota,” kata Ismail.
Ismail menilai pentingnya toleransi, karena tidak hanya soal interaksi sosial tetapi bisa bertransformasi menjadi isu keamanan.
“Bahkan kalau kita percaya teori tangga-tangga menjadi terorisme, maka intoleransi yang menjadi lawan toleransi menempati tangga pertama menuju terorisme. Oleh karena itu indeks kota toleransi menjadi perhatian kita semua dalam konteks pencegahan terorisme,” jelasnya.
Peringkat IKT tahun 2025: Salatiga (6,492); Singkawang (6,391); Semarang (6,160); Pematangsiantar (6,084); Bekasi (6,037); Sukabumi (5,973); Magelang (5,805); Kediri (5,792); Tegal (5,733); dan Ambon (5,657).
Wali Kota Wesly yang dihubungi mengucapkan syukur atas pencapaian tersebut. Apalagi, diperoleh menjelang Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar.
"Ini jadi kado terindah untuk Kota Pematangsiantar. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar yang senantiasa merawat toleransi di kota kita tercinta ini," kata Wesly.
Wesly pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga toleransi.
"Toleransi menjadi salah satu kekuatan kita untuk membangun Kota Pematangsiantar agar semakin Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras," sebutnya.
Wesly berharap, peringkat IKT Kota Pematangsiantar terus lebih baik. Bahkan hingga meraih peringkat pertama.(*)
| Curhatan Pelaku Usaha Kue Basah di Siantar, Terjepit Harga LPG, Plastik hingga MinyaKita |
|
|---|
| Bertahan di Tengah Kenaikan LPG, Pengusaha RM Khas Batak di Siantar Andalkan Gas 3 Kg dan Kayu Bakar |
|
|---|
| Karnaval Budaya Sambut Hari Jadi Kota Siantar Digelar Jumat |
|
|---|
| Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Ungkap Sejumlah Daerah di Siantar Martoba Rawan Banjir |
|
|---|
| Lalu Lintas di Kota Siantar Rekayasa Total Selama Pagelaran Karnaval Budaya pada Jumat Lusa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pematangsiantar-Naik-ke-Peringkat-4-Indeks-Kota-Toleran.jpg)