Jukir Liar Bikin Resah, Banyak Bermunculan Seiring Meningkatnya Pedagang Takjil 

Sewajarnya jukir liar, mereka pun tak memakai badge parkir resmi, tanpa karcis, dan tanpa memakai rompi pada umumnya

Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Alija Magribi
Satpol PP Pematangsiantar memantau penyempitan jalan akibat pedagang takjil musiman di Jalan Kartini, Sabtu (21/2/2026) sore. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026 M yang harusnya menjadi momen mengejar amal baik justru diperparah dengan kemunculan juru parkir liar. Hal itu terjadi di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara dalam beberapa hari awal Ramadan.

Setelah memasuki hari kedua puasa, para pemungut parkir liar ini bermunculan seiring meningkatnya pedagang takjil musiman di pinggir jalan. Jukir liar itu tersebar di setiap keramaian mulai dari Jalan Adam Malik, Jalan Kartini, Jalan Rajamin, dan beberapa titik lain.

Sewajarnya jukir liar, mereka pun tak memakai badge parkir resmi, tanpa karcis, dan tanpa memakai rompi pada umumnya. Kehadiran mereka pun dikesali oleh pedagang setempat hingga pengguna jalan.

"Entah lah. Pas ngga bulan puasa nggak ada parkir. Kok tibanya bulan puasa di sini ada dikutip parkir. Mentang-mentang di sini ada jualan," ujar pedagang sayur di Jalan Adam Malik ujung.

Kekesalan terhadap jukir liar juga disampaikan warga yang ada di sekitaran Jalan Kartini. Setahu mereka, objek parkir tak terlalu panjang. Namun yang terjadi selama Ramadan, sepanjang jalan penuh petugas parkir.

"Harusnya ditertibkan lah ini. Jangan bikin emosi orang yang sedang berpuasa. Kok mereka baru muncul saat pedagang baru buka jualan sore, kan nggak betul lagi," ujar D Damanik, warga Siantar.

Warga pun meminta ketegasan Pemko Pematangsiantar dan Polres Pematangsiantar untuk menindak orang-orang yang mengais rezeki dengan cara haram seperti jukir liar di bulan Ramadan.

Baca juga: War Takjil Ramadan 2026 di Medan Mulai Ramai, Dibanderol mulai Rp 1.000

Warga juga meminta Satpol-PP memberikan imbauan terukur agar pedagang musiman selama Ramadan tak memakai bahu jalan sehingga mengakibatkan penyempitan lajur lalu lintas.

"Ayolah Pemko dan Polres Siantar. Janganlah ada jukir musiman. Ini bulan puasa, semua harusnya mencari rezeki yang halal-halal saja. Kalau memang lahan parkir ya kita bayar. Kalau selama ini nggak ada jadi ada, kan bikin kita kesal," ujar D Damanik.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar Daniel Siregar meminta peran serta masyarakat untuk terus melaporkan titik-titik yang menjadi pungli parkir baru selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah.

"Kepada masyarakat yang tahu di mana titiknya bisa beri informasi. Dan kami akan segera melakukan patroli penertiban jukir liar ini," pungkasnya.

Polisi Tangkapi Pemotor Berknalpot Brong

Tim khusus (Timsus) Dayok Mirah Polres Pematangsianțar mengamankan delapan unit sepeda motor menggunakan knalpot brong dalam pelaksanaan patroli hingga subuh yang dimulai pada Sabtu 21 Februari 2025 malam pukul 23.30 WIB. Polisi meminta masyarakat untuk menjaga toleransi dan kekhusyukan ibadah Ramadan 1447 Hijriyah.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur TM Sitinjak melalui Ps Kasi Humas Iptu Agustina Triyadewi mengatakan, patroli tersebut dilaksanakan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif dengan sasaran penyakit masyarakat.

"Polres Pematangsiantar menyasar aksi-aksi kejahatan seperti premanisme, geng motor, perjudian, pornografi, minuman keras, prostitusi, balap liar, knalpot brong, dan tawuran," kata Agustina.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved