War Takjil Ramadan 2026 di Medan Mulai Ramai, Dibanderol mulai Rp 1.000
Tidak heran, menjelang waktu berbuka, sejumlah titik penjualan selalu dipadati warga yang ingin mencari hidangan berbuka.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Suasana Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa di Kota Medan. Tradisi berburu takjil kembali menggeliat di berbagai sudut kota, menghadirkan deretan jajanan khas berbuka puasa yang selalu dinanti masyarakat setiap tahunnya.
Mulai dari makanan tradisional hingga kuliner kekinian, aneka takjil mudah ditemukan dengan harga ramah di kantong.
Tidak heran, menjelang waktu berbuka, sejumlah titik penjualan selalu dipadati warga yang ingin mencari hidangan berbuka.
Ada beberapa lokasi favorit berburu takjil di Kota Medan yang ramai dikunjungi warga selama Ramadan 2026.
Kawasan Jalan Amaliun, adalah salah satunya, dikenal sebagai salah satu sentra takjil legendaris di Medan yang telah ramai sejak puluhan tahun lalu. Puluhan pedagang kaki lima berjejer menawarkan berbagai menu khas seperti pakat, mi pecal, gorengan, hingga aneka bubur tradisional.
Baca juga: Sudah 3 Tahun Puasa di Negeri Sakura, Charina Rindu Berburu Takjil dan Makan Masakan Bersantan
Harga jajanan di lokasi ini relatif terjangkau, mulai dari Rp 5.000 per porsi. Letaknya yang tidak jauh dari Masjid Raya Al-Mashun juga menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung bisa langsung menunaikan Salat Maghrib setelah berbuka.
Keramaian kawasan ini sudah terlihat sejak sore hari. Salah seorang pengunjung, Yudi (30), terlihat tengah berburu takjil bersama adiknya. Ia mengaku hampir setiap Ramadan selalu datang ke lokasi tersebut untuk mencari menu berbuka.
“Selain ini yang paling dekat dengan rumah juga pilihan menunya banyak. Jadi bisa disesuaikan dengan selera saja,” ujarnya kepada Tribun Medan, Kamis (19/2/2026).
Menurut Yudi, banyaknya variasi makanan menjadi alasan utama Jalan Amaliun tetap menjadi pilihan warga dari tahun ke tahun.
Bagi mahasiswa dan anak muda, kawasan Jalan Dr Mansyur menjadi pilihan utama berburu takjil murah meriah. Sepanjang jalan depan Universitas Sumatera Utara (USU), pedagang menjajakan dimsum, kebab, aneka gorengan, hingga minuman kekinian seperti es boba.
Harga jajanan bahkan ada yang dibanderol mulai Rp 1.000. Keramaian biasanya mulai terlihat sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang Maghrib.
Kampung Aur menghadirkan suasana Ramadan melalui kegiatan tahunan ‘Kampoeng Ramadan’ yang dikelola pelaku UMKM setempat. Pengunjung dapat menemukan beragam kuliner khas Sumatera Barat seperti sala lauak dan lemang dengan harga terjangkau.
Pasar takjil ini biasanya mulai beroperasi pukul 16.00 hingga 18.30 WIB dan menjadi salah satu destinasi favorit warga yang ingin merasakan nuansa berbuka yang lebih tradisional.
Di kawasan Jalan Abdullah Lubis, tepatnya sekitar Masjid Al-Jihad, deretan pedagang minuman segar menjadi primadona saat Ramadan. Es kelapa muda, es jeruk, hingga es cendol dijual mulai Rp 5.000 dan banyak diburu warga untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.
Salah satu pedagang, Linda (52), sudah lima tahun terakhir menjaga lapak takjil di kawasan tersebut. Ia mulai membuka dagangan sejak pukul 14.00 WIB setiap hari selama Ramadan.
| War Takjil Ramadan 2026 di Medan Mulai Ramai, Selalu Dipadati Pembeli |
|
|---|
| 10 Menu Takjil Khas Medan yang Murah Meriah, Selalu Jadi Incaran saat Buka Puasa |
|
|---|
| ROTI Jala Medan, Menu Takjil Khas Melayu yang Selalu Diburu Masyarakat di Bulan Ramadan |
|
|---|
| Berkah di Bulan Ramadhan 1443 H, Koramil 02/Tigapanah Bagikan Takjil di Beberapa Titik |
|
|---|
| Resep Bubur Sumsum Jelly Pandan Oat, Makanan Manis yang Cocok Jadi Takjil Buka Puasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Berburu-Takjil-di-Medan-2026_Ramadan-2026.jpg)