Polres Simalungun

Polsek Gunung Malela Bantu Pencarian, Remaja Hilang Berhasil Ditemukan

Seorang remaja, Silvia Armaya Purba (15), kembali ke rumahnya di Simalungun, 11 April 2026, setelah sempat dilaporkan hilang

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Seorang remaja, Silvia Armaya Purba (15), kembali ke rumahnya di Simalungun, 11 April 2026, setelah sempat dilaporkan hilang selama beberapa hari. Kepulangannya mengakhiri kecemasan keluarga, sekaligus menjadi hasil dari upaya pencarian yang melibatkan kepolisian dan masyarakat. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SIMALUNGUN-Rumah itu kembali ramai, Sabtu petang (11/4/2026).

Setelah hari-hari yang dilalui dalam kecemasan, keluarga Elfian Purba akhirnya bisa bernapas lega. Silvia Armaya Purba, 15 tahun, yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin pagi, 6 April, kini telah kembali pulang dalam keadaan selamat.

Tak ada perayaan berlebihan. Hanya pelukan yang lebih lama dari biasanya seolah menutup jarak hari-hari yang sempat terasa begitu panjang.

Kabar kepulangan Silvia dikonfirmasi pihak kepolisian pada Sabtu sore. Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyampaikan rasa syukur atas kembalinya remaja tersebut ke tengah keluarganya.

“Ini berkat kerja cepat anggota di lapangan dan dukungan masyarakat yang ikut menyebarkan informasi,” ujarnya.

Silvia sebelumnya dilaporkan tidak pulang setelah berpamitan berangkat ke sekolah. Laporan diterima Polsek Gunung Malela pada Kamis (9/4/2026).

Sejak saat itu, pencarian dilakukan dengan cara yang tidak hanya cepat, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan informasi disebarkan luas, jejaring masyarakat dilibatkan.

Upaya itu berbuah hasil. Informasi yang beredar justru sampai ke telinga Silvia sendiri.

Mengetahui dirinya sedang dicari oleh orang tua dan aparat, ia akhirnya memutuskan pulang.

Bagi Elfian Purba, ayah Silvia, momen itu sulit digambarkan dengan kata-kata.

“Terima kasih kepada polisi dan semua yang membantu. Kami hanya ingin anak kami kembali, dan hari ini itu terjadi,” katanya dengan suara bergetar.

Kapolsek Gunung Malela menyebut peristiwa ini sebagai pengingat bahwa komunikasi dalam keluarga menjadi hal yang tak tergantikan.

Kepada Silvia dan remaja lain, ia menyampaikan pesan sederhana: jangan memendam masalah sendirian.

“Kalau ada persoalan, bicarakan dengan orang tua. Jangan pergi tanpa kabar. Ada keluarga yang selalu menunggu,” ujarnya.

Polisi menilai penanganan kasus ini sebagai bagian dari wajah pelayanan yang ingin terus dijaga tidak semata soal penegakan hukum, tetapi juga kehadiran dalam situasi genting warga.

Di luar itu semua, kisah ini kembali ke hal yang paling dasar, seorang anak yang pulang, dan keluarga yang akhirnya bisa tidur tanpa rasa cemas.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved