Polres Simalungun

Sepekan Tanpa Kabar, Polres Simalungun dan Keluarga Mencari Jejak Okanaro Ambarita

Petugas Polsek Gunung Malela menunjukkan selebaran informasi orang hilang atas nama Okanaro Ambarita di Simalungun, April 2026.

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Petugas Polsek Gunung Malela menunjukkan selebaran informasi orang hilang atas nama Okanaro Ambarita di Simalungun, April 2026. Pemuda 20 tahun itu dilaporkan belum kembali sejak keluar rumah sepekan sebelumnya, dan keluarga berharap bantuan masyarakat untuk menemukan jejaknya. 

TRIBUN-MEDAN.COM,  SIMALUNGUN-Malam itu, Sabtu (4/4/2026), sekitar pukul 21.00 WIB, Okanaro Ambarita pamit keluar rumah. 

Kepada ibunya, pemuda 20 tahun itu hanya meminta uang Rp10 ribu dengan alasan hendak bermain bersama teman.

Ia pergi dengan sepeda motor Honda Supra 125 hitam. Sejak saat itu, ia tak pernah kembali.

Hari-hari berlalu tanpa kabar. Teleponnya tak lagi aktif. Hingga sepekan kemudian, Sabtu, 11 April 2026, keluarga akhirnya melapor ke Polsek Gunung Malela.

Harapan sederhana mereka, menemukan jejak, sekecil apa pun.

Kepolisian merespons dengan menyebarkan informasi kehilangan ke masyarakat. Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyebut langkah ini sebagai upaya membuka lebih banyak kemungkinan pencarian.

“Kami membutuhkan bantuan masyarakat. Informasi sekecil apa pun bisa menjadi petunjuk penting,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga, satu-satunya jejak terakhir yang sempat terlacak berasal dari Kota Pematangsiantar.

Okanaro diketahui sempat datang ke rumah opungnya di Gang Aman pada Senin siang, 6 April 2026. Setelah itu, arah perginya kembali menjadi tanda tanya.

Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky Siahaan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi untuk menelusuri kemungkinan keberadaan Okanaro.

Polisi juga menyebarkan ciri-ciri fisik untuk memudahkan masyarakat mengenali.

Okanaro Ambarita, kelahiran Pematangsiantar, 5 Oktober 2006, memiliki tinggi sekitar 155 sentimeter, bertubuh kurus, berkulit sawo matang, berambut lurus, dan berwajah lonjong.

Saat terakhir terlihat, ia mengendarai Honda Supra 125 hitam dengan nomor polisi BK 4128 TBC.

Bagi keluarga, waktu terasa berjalan lebih lambat. Setiap hari tanpa kabar menjadi beban yang kian berat.

Harapan mereka kini bertumpu pada kepedulian orang-orang yang mungkin pernah melihat, atau sekadar merasa familiar dengan ciri-ciri tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat di Simalungun, Pematangsiantar, dan sekitarnya untuk segera melapor jika menemukan informasi terkait.

Pintu komunikasi dibuka, baik melalui Polsek Gunung Malela maupun langsung ke pihak keluarga.

Di balik pengumuman resmi itu, ada kegelisahan yang sederhana: seorang anak yang belum pulang, dan orang tua yang masih menunggu di rumah.(Jun-tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved