Sat Brimob Polda Sumut

Di Tengah Banjir dan Longsor Tapanuli, Brimob Sumut Datang Cepat dan Bekerja Nyata Tanpa Seremoni

Banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara tidak hanya menyisakan lumpur dan reruntuhan

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/IST
Personel Kompi 2 Batalyon B Satuan Brimob Polda Sumut membersihkan material longsor yang menimbun rumah warga di Desa Parsingkaman, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (12/12/2025). Dengan peralatan manual, Brimob bergotong royong memulihkan rumah dan akses ibadah warga terdampak banjir dan longsor. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPUT-Banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara tidak hanya menyisakan lumpur dan reruntuhan, tetapi juga kecemasan warga yang terdampak.

Di tengah situasi itu, Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bergerak cepat. 

Tanpa banyak seremoni, personel Kompi 2 Batalyon B diterjunkan untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR), mendukung Polres Tapanuli Utara dalam penanganan bencana.

Kegiatan quick response ini berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, sejak pukul 06.30 WIB hingga selesai.

Fokus utama diarahkan ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Utara dan sekitarnya.

Dipimpin langsung Komandan Kompi 2 Batalyon B, AKP Laurensius, S.H., personel Brimob bergerak dengan perlengkapan SAR lengkap dan kesiapsiagaan penuh.

Sebelum turun ke lapangan, apel pengecekan dan serah pasukan dilakukan untuk memastikan pembagian tugas, kesiapan personel, serta menekankan keselamatan baik bagi anggota maupun masyarakat.

Dalam arahannya, pimpinan menegaskan bahwa kehadiran Brimob bukan sekadar menjalankan perintah kedinasan.

Lebih dari itu, ini adalah bentuk pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada warga yang sedang dilanda musibah.

Dari titik apel, personel langsung menuju Desa Parsingkaman, Kecamatan Adian Koting, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat longsor.

Di desa ini, Brimob bekerja dengan alat seadanya cangkul, sekop, dan angkong membersihkan rumah-rumah warga yang tertimbun lumpur, tanah, dan bebatuan.

Gotong royong dilakukan dari pagi hingga siang, di bawah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Perlahan, rumah-rumah yang semula tak layak huni kembali terbuka. Bagi warga, itu bukan sekadar rumah yang bersih, melainkan harapan untuk kembali menjalani kehidupan.

Rasa haru dan ucapan terima kasih pun mengalir dari masyarakat Desa Parsingkaman atas kepedulian dan kerja nyata personel Brimob.

Tak berhenti di situ, personel Brimob juga membersihkan material longsor yang menutup akses menuju Gereja HKBP Parsingkaman.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved