Segera Dibangun, Jalan Penghubung Toba - Labura Habiskan Anggaran Rp 91,8 M

Kemudian Jalan provinsi pada ruas Parsoburuan - batas Labura di kabupaten Toba sepanjang 7 km dengan anggaran sebesar Rp 42 miliar.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Gubernur Sumut Bobby Nasution didampingi OPD meninjau sejumlah ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Labuhan Batu Utara dan Kabupaten Toba, yang rusak, beberapa waktu lalu. Pemprov Sumut bakal bangun jalan penghubung Toba-Labura tahun ini. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Bina Marga, Bima Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Pemerintah Provinsi Sumut akan membangun dua ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Toba dan Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) pada tahun ini.

Kadis BMBKCK Provinsi Sumatera Utara, Chandra Dalimunthe menjelaskan, bukan hanya pembangunan, melainkan sebagian ruas jalan lainnya akan diperbaiki.

Dua ruas jalan yang akan dibangun yaitu jalan provinsi di ruas jalan Silimbat - Parsoburuan di kabupaten Toba sepanjang 8,30 km dengan anggaran sebesar Rp 49,8 miliar.

Kemudian Jalan provinsi pada ruas Parsoburuan - batas Labura di kabupaten Toba sepanjang 7 km dengan anggaran sebesar Rp 42 miliar.

“Ada dua ruas jalan provinsi yang menghubungkan atau mengkoneksikan Kabupaten Toba dan Kabupaten Labuhan Batu Utara akan dikerjakan tahun ini,” jelasnya, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Reses di Desa Terisolir Labura, Ketua DPD PDIP Sumut Diminta Lanjutkan Perjuangan Jalan Rusak 50 Km

Diharapkannya, pembangunan ini dapat memperlancar arus transportasi dan mendorong peningkatan ekonomi lokal, terutama untuk distribusi hasil pertanian masyarakat.

“Pembangunan dua ruas jalan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah," jelasnya.

Dikatakannya, apalagi pembangunan jalan ini berdampak pada mobilitas barang dan jasa. Khususnya hasil pertanian dari Kabupaten Toba dan Labuhan Batu Utara.

"Sehingga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat setempat,” kata Chandra.

Untuk menjaga kelancaran pelaksanaan proyek, menurut dia, Pemerintah Provinsi akan melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Toba dan Labuhan Batu Utara, aparat keamanan, serta pihak-pihak terkait di tingkat kecamatan dan desa.

“Pengawasan kualitas pekerjaan juga akan dilakukan secara rutin agar hasilnya tahan lama dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved