PDI Perjuangan Sumut

Gelombang 4, PDIP Sumut Bawa Bantuan untuk 337 Rumah Terdampak Banjir Tapteng, 500-1 Juta Per KK 

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM bersaa unsur partai, kembali menjejakkan kaki di Kecamatan Tukka

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
KOLASE FOTO: Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM bersama unsur partai memipin langsung penyaluran bantuan gotong royong PDIP kepada korban banjir yang rumahnya terdampak rusak parah dan hilang beberapa desa di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (27/2/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPTENG-Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon MM yang juga anggota Komisi XIII DPR RI bersama unsur partai, kembali menjejakkan kaki di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (27/2/2026).

Rapidin didampingi Tonny Simanjuntak Wakil Bupati Toba 2020-2024 dari PDIP dan Ramlan Silalahi kader partai serta unsur DPC PDIP Tapteng, August Hutagalung dan Ahokli menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga korban banjir bandang.

Banjir yang menerjang pada November 2025 lalu tak hanya merendam rumah, tetapi juga menyeret habis harta benda dan kenangan. Sejumlah rumah rusak berat, sebagian lain hilang tersapu arus.

Terpantau di Tukka, sejak pagi, warga berdatangan. Mereka yang sebelumnya telah didata dan diverifikasi rumahnya rusak atau lenyap menunggu dengan wajah penuh harap.

Di antara mereka, ada ibu-ibu yang masih menumpang di rumah kerabat, ada pula kepala keluarga yang hingga kini belum mampu membangun kembali pondasi tempat tinggalnya.

Oleh karena itu, Rapidin menyusuri lokasi terdampak, menyapa satu per satu warga, dan merangsang warga untuk bangkit.

Menurut Rapidin, bantuan yang disalurkan disebut sebagai bagian dari komitmen gotong royong partai terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Ibu Megawati Soekarnoputri selalu menegaskan kepada kami agar hadir dan memberi perhatian kepada masyarakat yang kerap luput dari perhatian, terlebih para korban banjir di Tapanuli Tengah,” ujarnya saat membuka pertemuan.

Perjalanan dimulai dari Lingkungan III Onan Tukka, Kecamatan Tukka. Berdasarkan data pada gelombang keempat, tercatat 45 unit rumah rusak berat, 52 unit rusak ringan, dan 12 unit rumah hilang.

Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Lingkungan IV Pasar. Di wilayah ini, sebanyak 19 unit rumah dilaporkan hilang, 35 unit rusak berat, dan 26 unit rusak ringan. Selanjutnya, di Lingkungan III Sigotom, terdapat 6 unit rumah rusak berat dan 15 unit rusak ringan. Sementara itu, di Sipange, tercatat 13 unit rumah hilang, 91 unit rusak berat, dan 23 unit rusak ringan.

Besaran bantuan disesuaikan dengan kategori kerusakan. Untuk rumah hilang diberikan bantuan sebesar Rp1 juta per unit, sedangkan rumah rusak ringan maupun rusak berat masing-masing menerima Rp500 ribu per unit. Secara keseluruhan, pada gelombang keempat ini tercatat sebanyak 337 unit rumah terdampak yang menerima bantuan, sekaligus menjadi 337 penerima manfaat.

Rapidin menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak merupakan hasil gotong royong partai dan kader PDI Perjuangan Sumut.

“Dana ini adalah dana gotong royong. Kami dari DPD PDI Perjuangan Sumut melakukan ini karena Bapak dan Ibu sekalian di Tukka dan desa-desa lainnya adalah bagian dari kehidupan partai kami. Sesuai ajaran Bung Karno dan Ibu Megawati, kita harus menangis dan tertawa bersama rakyat,” ujarnya.

Rapidin menekankan, kehadiran partainya bukan semata-mata untuk kepentingan elektoral. Menurutnya, tujuan utama adalah hadir di tengah masyarakat saat menghadapi kesulitan.

“Kami bukan semata-mata mengejar agar partai ini dipilih. Tujuan kami adalah hadir ketika Bapak dan Ibu dalam keadaan susah,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved