PDI Perjuangan Sumut

Ketua DPD PDIP Sumut Buka Fit and Proper Test PAC Pematangsiantar: Bekerjalah Untuk Keinginan Rakyat

DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar menggelar pendidikan dan orientasi politik sekaligus fit and proper test calon Ketua PAC

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Drs Rapidin Simbolon MM, Sekretaris DPD PDIP SUmut Sutarto MSi, Ketua DPC PDIP Pematangsiantar bersama unsur partai dan peserta usai pendidikan dan orientasi politik serta fit and proper test calon Ketua PAC DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar di Pematangsiantar, Selasa (24/2/2026). Kegiatan dirangkai dengan buka puasa bersama kader partai. 

TRIBUN-MEDAN.COM, PEMATANGSIANTAR-DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar menggelar pendidikan dan orientasi politik sekaligus fit and proper test calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) di Kantor DPC PDIP Pematangsiantar, Selasa (24/2/2026).

Fit and proper test dihadiri langsung oleh Ketua DPD PDIP Sumut Drs Rapidin Simbolon bersama unsur DPD PDIP Sumut/

Mesin partai banteng itu dipanaskan dengan nada lebih keras ideologi ditegaskan, barisan dirapatkan, dan ujung tombak disiapkan.

“Solid Bergerak, Mewujudkan PDI Perjuangan sebagai Partai Pelopor.” Bukan sekadar slogan. Ini peringatan dini bahwa pertarungan 2029 sudah mulai dihitung dari tingkat kecamatan.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon memastikan satu hal, yakni PAC tak boleh lagi jadi papan nama. PAC adalah denyut nadi, bukan pelengkap struktur.

Nama Megawati Soekarnoputri berulang kali disebut sebagai kompas ideologis. Rapidin mengingatkan, perintah Ketua Umum jelas, PAC adalah ujung tombak.

Di sanalah konsolidasi sejati terjadi. Di sanalah suara rakyat kecil dihimpun, dirawat, lalu diperjuangkan.

“Kepada siapa pun nanti yang terpilih menjadi Ketua PAC, agar bekerja untuk keinginan rakyat,” ujar Rapidin, tegas.

Ia tak menutup mata, tantangan politik ke depan kian berat. Tahun 2029 disebutnya sebagai medan yang lebih terjal.

Karena itu, konsolidasi tak boleh setengah hati. Dari kecamatan, ranting, hingga DPC kabupaten/kota, semua harus menyatu dalam satu barisan.

Lebih jauh, Rapidin menuntut kader PAC melek situasi nasional. Tidak gagap membaca arah angin kekuasaan.

Tidak diam ketika ada kesewenang-wenangan. Ia bahkan mengajak kader berani berdiri di garis depan membela keadilan membela nelayan yang terpinggirkan, buruh yang upahnya diperas, petani yang lahannya terancam, dan kaum marhaen yang suaranya kerap ditenggelamkan.

“Jangan pernah tinggalkan mereka. Kita harus selalu berdampingan. Dalam situasi apa pun, termasuk saat bencana baru-baru ini,” katanya.

Ia menyinggung bagaimana partai membela ratusan kepala keluarga petani Padang Halaban di Labuhanbatu Utara. Bagi Rapidin, politik tanpa keberpihakan hanyalah administrasi kekuasaan.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, menegaskan fit and proper test bukan formalitas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved