Berita Viral

MOTIF Jannes Malau Dikeroyok Hingga Tewas di Taman Bunga Siantar, Kapolres: Masalah Uang Tato, Tapi

Kapolres Kota Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak mengungkapkan motif pemukulan terhadap Jannes Malau hingga tewas di Siantar

Tayang:
TRIBUN MEDAN/INSTAGRAM/sarimalau06
Kasus pengeroyokan yang menewaskan Jaka Jannes Malau alias Jaka (24) di Taman Bunga, tepatnya di Kantor Wali Kota Pematangsiantar dan tak jauh dari Polres Pematangsiantara, Sumatera Utara, Kamis (28/5/2026) malam lalu. Sari Agustina Malau (25), kakak kandung korban, meminta Kapolres Pematangsiantar untuk membuka CCTV saat kejadian berlangsung. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolres Kota Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak mengungkapkan motif pemukulan terhadap Jannes Malau hingga tewas di Taman Bunga Siantar pada 28 Mei 2026 malam. 

Jannes Malau dipukuli oleh 6 orang yang tidak dikenalnya. Peristiwa ini menjadi viral karena lokasinya terjadi depan Kantor Wali Kota Siantar dan tak jauh dari Polres Siantar. 

Kapolres Siantar AKBP Sah Udur Sitinjak mengatakan bahwa Jannes Malau korban salah sasaran. 

Para tersangka melakukan pemukulan karena masalah uang tato. 

Tapi mirisnya, korban bukanlah pria yang menjadi target itu. 

Kata AKBP Udur Sitinjak kasus ini bermula tersangka bergerak menggunakan mobil Daihatsu Sigra bercorak IPK.

Mereka menjemput Marten yang bermasalah dengan uang tato dengan Hengki (teman tersangka). 

Dalam pertemuan itu, Marten meminta maaf dan berjanji mengembalikan sebagian uang yang diminta. 

Namun, kelompok tersangka kembali menuju kawasan Taman Bunga dan mencari masalah dengan Jannes malau.

Padahal Jannes Malau tidak tahu menahu dengan masalah itu. 

Salah seorang tersangka menghardik korban dan melontarkan pertanyaan bernada konfrontatif. Tak lama kemudian terjadi kontak fisik.

Dalam hitungan menit, satu orang berhadapan dengan sekelompok orang.

"Fakta penyidikan menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap korban hingga mengakibatkan meninggal dunia," kata Kapolres. Kalimat itu menjadi kunci untuk memahami mengapa perkara ini tidak dikonstruksikan sebagai perkelahian biasa.

Saksi Marten Haloho menyebut korban dipukul dan ditendang secara bersama-sama selama beberapa menit.

Saksi Rico Armando Purba juga melihat korban menjadi sasaran pengeroyokan sejumlah orang sebelum akhirnya ia meninggalkan lokasi karena takut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup F - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 00:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Sweden
Swedia
Grup E - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 03:00 WIB
Germany
Jerman
VS
Ivory Coast
Pantai Gading
Grup E - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 07:00 WIB
Ecuador
Ekuador
VS
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 11:00 WIB
Tunisia
Tunisia
VS
Japan
Jepang
Grup H - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Saudi Arabia
Arab Saudi
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved