Berita Viral
ADIKNYA Tewas Dikeroyok di Depan Kantor Wali Kota, Agustina Malau Minta Kapolres Siantar Buka CCTV
Sari Agustina Malau (25), kakak kandung korban yang berdomisili di Jakarta, tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan perjalanan hidup adiknya.
TRIBUN-MEDAN.COM – Kasus pengeroyokan yang menewaskan Jaka Jannes Malau alias Jaka (24) di Taman Bunga, tepatnya di Kantor Wali Kota Pematangsiantar dan tak jauh dari Polres Pematangsiantara, Sumatera Utara, Kamis (28/5/2026) malam lalu, masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Mereka juga meminta agar kepolisian menuntaskan kasus ini.
Sari Agustina Malau (25), kakak kandung korban yang berdomisili di Jakarta, tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan perjalanan hidup adiknya.
“Dia gak punya lawan, gak ada musuh. Kenapa bisa meninggal dibunuh, dikeroyok hingga meninggal dunia,” ujar Sari dengan suara bergetar via telepon, Kamis (18/6/2026).
Jaka, yang baru enam bulan tinggal di Kota Siantar, sehari-hari bekerja sebagai pengamen dan tukang parkir.
Sebelumnya ia membantu sang ibu berjualan di Medan.
“Kalau gak ada uang jangan mencuri ya, kalau gak ada uang minta saja ke saya,” kenang Sari tentang nasihatnya kepada sang adik.
Namun nasihat itu kini tinggal kenangan, setelah Jaka meregang nyawa dengan tubuh penuh lebam, kepala bonyok, darah mengalir dari telinga, hidung, dan mulut.
Keluarga mengaku kecewa karena hingga tiga minggu setelah kejadian, hanya dua pelaku yang menyerahkan diri dan ditahan polisi.
Padahal dalam video yang beredar di media sosial, terduga pelaku ada sekitar 7 orang.
Keluarga korban juga menilai penanganan kasus ini lamban dan tidak transparan.
Bahkan, Sari turut mempertanyakan mengapa mobil ormas yang digunakan membawa adiknya dalam kejadian tidak disita sebagai barang bukti.
“Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Dari video yang beredar, adik kami dianiaya membabibuta, bahkan sudah memohon ampun, tapi tetap diambil dan dimasukkan ke dalam mobil ormas tersebut dan dibawa hingga akhirnya meninggal dunia,” kata Sari.
Sari Agustina Malau menceritakan, keluarganya sempat menolak autopsi korban karena keterbatasan dana dan rasa takut menghadapi ormas.
Namun polisi meyakinkan mereka agar autopsi dilakukan. “Apa ibu tega membiarkan pelaku berkeliaran, sementara anak ibu sudah meninggal dunia,” kata polisi kepada ibu korban.
Keluarga berharap agar kasus ini diusut tuntas dan semua pelaku ditangkap.
Kapolres Siantar
Jaka Jannes Malau
Jaka Jannes Malau alias Jaka
Kasus Pembunuhan Jaka Jannes Malau
Kapolres Pematangsiantar
Agustina Malau Minta Kapolres Siantar Buka CCTV
| Jual Beli Titik SPPG Diduga Masih Terjadi, Ada Korban Melapor Padahal Sudah Setor Rp 55 Juta |
|
|---|
| 'NYANYIAN SONY SANJAYA' Ungkap Dugaan Pengadaan 5.000 CCTV Fiktif BGN, Kerugian Capai Rp 300 Miliar |
|
|---|
| POLRESTABES Medan Minta Bantuan Masyarakat Beri Informasi Keberadaan DPO Kasus Kekerasan Seksual Ini |
|
|---|
| KETUA DPRD Sumut ERNI SITORUS dan Wakil Ketua DPRD Deliserdang Berdamai, Padahal Sudah Ada Tersangka |
|
|---|
| AKHIR Kasus Bocah Tewas Digigit Anjing di Bogor, Pemilik Anjing Bertemu dengan Keluarga Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kasus-pengeroyokan-yang-menewaskan-Jaka-Jannes-Malau-TERBARU.jpg)