Berita Viral

Anak Ahmad Bahar Merasa Terintimidasi di Markas GRIB, Heran Hercules tak Yakin WA Diretas: Tertekan

Ilma pun mengatakan bahwa yang mengancam bukanlah dirinya karena akun WhatsApp-nya diretas.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Gita Irawan/Tribunnews.com
PUTRI AHMAD BAHAR - Putri penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, saat konferensi pers di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat pada Selasa (19/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Anak Ahmad Bahar Ilma Sani Fitriana merasa terintimidasi di markas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya.

Ilma heran Hercules tak yakin WA miliknya diretas.

Ia pun sempat merasa tertekan karena merasa tak ada gunanya mengancam Hercules. 

Baca juga: WALHI Gugat PT TPL di PN Medan, Tuntut Pemulihan Ekosistem Dampak Bencana Banjir Sumut

Diberitakan sebelumnya rumah Ahmad Bahar digeruduk ormas GRIB Jaya, Minggu (17/5/2026).

Saat itu, putri Ahmad Bahar dibawa ke markas GRIB Jaya.

Ilma mengaku bertemu langsung dengan sang Ketua Umum, Rosario de Marshall alias Hercules.

Baca juga: Acong Nekat Gasak Dua Ponsel saat Pemilik Tidur Siang, Maling di Marelan Babak Belur Diamuk Massa

Ilma mengaku terseret dalam konflik ayahnya dengan Hercules setelah akun WhatsApp-nya diretas pada Kamis (14/5/2026).

Akun WhatsApp pribadinya diduga menjadi korban peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ilma menuturkan beberapa saat kemudian datang anggota GRIB Jaya untuk meminta klarifikasi apa benar ia dan Ahmad Bahar yang mengirim video itu.

Baca juga: Sengketa Lahan Belawan, Pihak Pemenang PTUN Diintimidasi Diduga Preman saat BPN Ukur Tanah

"Terus saya pikir kan sudah selesai masalahnya. Ternyata hari Minggu siang anggota GRIB itu datang lagi ke rumah. Posisinya yang sudah dijelaskan tidak ada Bapak dan Ibu di rumah. Terus mereka enggak percaya kan kalau Bapak enggak ada di rumah," kata Ilma.

Seorang anggota GRIB Jaya itu lalu memintanya untuk menemaninya masuk ke rumah guna mencari keberadaan ayahnya.

Karena di rumah tidak ada kedua orang tuanya, ia lalu mendampingi seorang anggota GRIB Jaya itu masuk ke dalam rumah.

"Saya tahu kalau memang sebetulnya orang masuk ke rumah itu enggak boleh, tapi kan ya bagaimana saya bingung harus apa, karena posisinya di situ belum ada ketua RT, belum ada ketua RW segala macam keamanan juga enggak ada," ujarnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Terdakwa Korupsi DJKA Medan Nilai KPK Abaikan Fakta Persidangan

"Terus setelah itu baru mereka meminta saya untuk ikut ke kantor GRIB yang ada di Kedoya, Jakarta, Kebon Jeruk," imbuhnya.

Ilma mengaku awalnya tidak mau karena kan di rumah tidak ada orang yang mereka cari yakni ayahnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved