Berita Viral
Anak Ahmad Bahar Merasa Terintimidasi di Markas GRIB, Heran Hercules tak Yakin WA Diretas: Tertekan
Ilma pun mengatakan bahwa yang mengancam bukanlah dirinya karena akun WhatsApp-nya diretas.
Dia pun heran mengapa dirinya yang harus dibawa ke markas GRIB Jaya di Kedoya.
Padahal, ia sudah sempat mengklarifikasi terkait peretasan yang dialaminya beberapa hari sebelumnya ke anggota GRIB Jaya yang sempat mendatangi rumahnya.
Setelah sempat mengulur waktu dengan menghubungi orang tuanya, kata dia, datanglah Ketua RW setempat.
Saat itu, kata dia, anggota GRIB Jaya masih terus memintanya dan meyakinkannya untuk datang ke markas GRIB Jaya.
Saat itu, ia tetap menolaknya.
"Akhirnya setelah Pak RW datang Pak RW bicara sama saya 'sudah Mbak enggak apa-apa saya dampingi' begitu ya sudah akhirnya ya mau enggak mau saya terpaksa ikut mereka ke kantor GRIB," tuturnya.
"Itu perjalanan sekitar jam 05.00 sampai sana itu Magrib. Ya sampai sana akhirnya menunggu Pak Hercules datang. Nah setelah Pak Hercules datang bicara dengan saya juga, kita saling bertatap. Pak Hercules masih tetap tidak percaya bahwa akun saya di-hack. Ya untuk apa saya untuk apa juga kan saya mengancam-ngancam beliau beserta istrinya," ujar dia.
Saat itu, kata Ilma, Hercules menanyakan alasannya mengancam dirinya dan istrinya.
Ilma pun mengatakan bahwa yang mengancam bukanlah dirinya karena akun WhatsApp-nya diretas.
"Beliau tetap tidak percaya. Jadi pokoknya di sana ya saya merasa, merasa tertekan ya, terintimidasi," ucapnya.
Awal Mula WA Diretas
Ilma bercerita hal tersebut berawal saat tiba-tiba muncul notifikasi di akun WhatsApp-nya yang meminta kode verifikasi atau OTP pada waktu Magrib.
Ketika itu, Ilma sedang melakukan obrolan via teks dengan temannya.
Dia lalu meninggalkan ponselnya selama beberapa saat. Tiba-tiba akun WhatsApp Ilma keluar dari sistem.
Ilma pun bingung. Ia lalu mencoba masuk kembali ke akun WhatsApp.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PUTRI-AHMAD-BAHAR-Grib-jaya.jpg)