Berita Viral
ANIAYA Istri Gegara Uang Rp300.000, Oknum Pegawai BUMN Ini Ternyata Pecandu Berat Narkoba
Dalam rekaman video yang berdurasi singkat tersebut, ID tampak mendatangi sebuah rumah dengan emosi meluap-luap.
"Istrinya itu (korban). Iya (suami-istri) sudah ada LP-nya, jadi kita lengkapi mendiknya karena didatangi TKPnya, namun pelakunya masih sembunyi mungkin," ujar Kompas Ismail saat dikonfirmasi awak media, Selasa (19/5/2026).
Aparat penegak hukum dari Unit Reskrim Polsek Rappocini kini tengah gencar melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian guna melengkapi berkas administrasi penyidikan.
"Jadi sementara dilengkapi mendiknya ini, diperiksa saksi-saksi, sudah divisum juga," katanya memaparkan progres penanganan kasus.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), motif utama pelaku tega menganiaya istrinya murni karena perkara uang belanja yang telanjur terpakai.
"Jadi itu mau menagih, mau minta uang, tapi tidak dikasih mungkin sudah dibelanja sama istrinya, ya mengamuk. Dia aniaya istrinya, jadi ada LP-nya," jelas Ismail.
Lebih mengejutkan lagi, Kompol Ismail mengungkapkan fakta kelam di balik profil pelaku.
ID diketahui menyandang status terhormat sebagai salah satu pegawai di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Namun, perilakunya rusak lantaran diduga kuat memiliki ketergantungan atau kecanduan akut terhadap narkotika golongan I jenis sabu-sabu.
"Begitulah namanya juga faktor kecanduan (sabu-sabu), pegawai itu pelakunya," ungkap Ismail blak-blakan mengenai kondisi psikologis pelaku saat kejadian.
Pelaku Kabur
Saat ini, tim opsnal Polsek Rappocini tengah menyebar di lapangan untuk memburu keberadaan ID yang langsung memilih tunggang langgang dan bersembunyi sesaat setelah aksi brutalnya viral di media sosial.
"Saat ini kita masih kembangkan, kita kantongi alamat pelaku kita sudah gerebek tapi tidak ada, dia sembunyi," beber Ismail terkait upaya penangkapan.
Guna memperkuat alat bukti di persidangan nanti, penyidik juga sedang mengumpulkan serangkaian bukti petunjuk tambahan, termasuk menyisir rekaman kamera pemantau (CCTV) yang terpasang di sekitar lorong lokasi kejadian.
"Jadi kita lengkapi dulu, lengkapi mindiknya, saksi, putar CCTV. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa ungkap," pungkas Ismail optimistis.
(*/Tribun-medan.com)
Artikel telah tayang di Kompas.com
| TOTAL 7 WNI Ditangkap Tentara Israel di Tengah Misi Kemanusiaan di Jalur Gaza: Aktivis dan Jurnalis |
|
|---|
| TERKUAK Isi Dua Buku Diari Anak Perempuan di Klaten Dicabuli Ayah Kandungnya Selama 5 Tahun |
|
|---|
| POTRET Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat AKP Deky Jonathan Ditahan: Jadi Backing Bandar Narkoba |
|
|---|
| VIRAL Nota Warung Bakso Tagih Biaya AC Rp3000 Per Orang ke Pelanggan yang Makan di Tempat |
|
|---|
| KRONOLOGI Penembakan Dua Petugas Security Perusahaan Sawit di Asahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pegawai-BUMN-pecandu-narkoba.jpg)