Berita Viral

ANIAYA Istri Gegara Uang Rp300.000, Oknum Pegawai BUMN Ini Ternyata Pecandu Berat Narkoba

Dalam rekaman video yang berdurasi singkat tersebut, ID tampak mendatangi sebuah rumah dengan emosi meluap-luap.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/tangkapan layar video
Viral di media sosial sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi brutal seorang pria saat mengamuk sembari menenteng senjata tajam jenis badik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebagaimana dilihat, Selasa (19/6/2026). Aksi koboi jalanan yang dilakukan oleh pria berinisial ID tersebut terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kelapa Tiga, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Viral di media sosial sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi brutal seorang pria saat mengamuk sembari menenteng senjata tajam jenis badik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebagaimana dilihat, Selasa (19/6/2026).

Aksi koboi jalanan yang dilakukan oleh pria berinisial ID tersebut terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kelapa Tiga, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. 

Kejadian kelam ini sempat membuat warga sekitar geger dan ketakutan.

Dalam rekaman video yang berdurasi singkat tersebut, ID tampak mendatangi sebuah rumah dengan emosi meluap-luap.

Sambil berteriak histeris, ia meredam amarahnya dengan menuntut pengembalian sejumlah uang yang sebelumnya telah ia berikan kepada seorang wanita.

Belakangan terungkap, wanita yang menjadi objek amukan tersebut tidak lain adalah istri sah dari pelaku sendiri yang berinisial NT (27).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang yang diminta paksa oleh ID tersebut nominalnya sebesar Rp 300.000.

Mirisnya, uang ratusan ribu itu sebenarnya sudah dialokasikan oleh sang istri sebagai modal usaha kecil-kecilan serta untuk membeli kebutuhan pokok pangan dan susu bagi anak mereka.

Karena tuntutan egoisnya tidak segera dipenuhi oleh sang istri, pelaku langsung tersulut emosi dan mengamuk sejadi-jadinya di dalam rumah.

Sambil melontarkan rentetan kata-kata kasar dan makian, pelaku juga terlihat membabi buta mengobrak-abrik barang-barang berharga yang berada di sekitar ruang tamu. 

Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga tega melakukan tindakan kekerasan fisik dengan mendorong tubuh istrinya secara kasar.

Bahkan, ketika seorang pria setempat berupaya masuk untuk melerai keributan domestik tersebut, ID justru naik pitam dan langsung menghunuskan sebilah badik dari balik pinggangnya untuk mengancam warga. 

Oknum Pegawai BUMN dan Pecandu Berat Narkoba Jenis Sabu

Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, membenarkan adanya insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) disertai ancaman senjata tajam tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan menerima laporan resmi dari pihak korban.

"Istrinya itu (korban). Iya (suami-istri) sudah ada LP-nya, jadi kita lengkapi mendiknya karena didatangi TKPnya, namun pelakunya masih sembunyi mungkin," ujar Kompas Ismail saat dikonfirmasi awak media, Selasa (19/5/2026).

Aparat penegak hukum dari Unit Reskrim Polsek Rappocini kini tengah gencar melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian guna melengkapi berkas administrasi penyidikan.

"Jadi sementara dilengkapi mendiknya ini, diperiksa saksi-saksi, sudah divisum juga," katanya memaparkan progres penanganan kasus.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), motif utama pelaku tega menganiaya istrinya murni karena perkara uang belanja yang telanjur terpakai.

"Jadi itu mau menagih, mau minta uang, tapi tidak dikasih mungkin sudah dibelanja sama istrinya, ya mengamuk. Dia aniaya istrinya, jadi ada LP-nya," jelas Ismail.

Lebih mengejutkan lagi, Kompol Ismail mengungkapkan fakta kelam di balik profil pelaku.

ID diketahui menyandang status terhormat sebagai salah satu pegawai di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Namun, perilakunya rusak lantaran diduga kuat memiliki ketergantungan atau kecanduan akut terhadap narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

"Begitulah namanya juga faktor kecanduan (sabu-sabu), pegawai itu pelakunya," ungkap Ismail blak-blakan mengenai kondisi psikologis pelaku saat kejadian. 

Pelaku Kabur

Saat ini, tim opsnal Polsek Rappocini tengah menyebar di lapangan untuk memburu keberadaan ID yang langsung memilih tunggang langgang dan bersembunyi sesaat setelah aksi brutalnya viral di media sosial.

"Saat ini kita masih kembangkan, kita kantongi alamat pelaku kita sudah gerebek tapi tidak ada, dia sembunyi," beber Ismail terkait upaya penangkapan.

Guna memperkuat alat bukti di persidangan nanti, penyidik juga sedang mengumpulkan serangkaian bukti petunjuk tambahan, termasuk menyisir rekaman kamera pemantau (CCTV) yang terpasang di sekitar lorong lokasi kejadian.

"Jadi kita lengkapi dulu, lengkapi mindiknya, saksi, putar CCTV. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa ungkap," pungkas Ismail optimistis.

(*/Tribun-medan.com)

Artikel telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved