Kecelakaan Bus ALS di Muratara
PENAMPAKAN Lubang Jalan yang Disebut Sebabkan Kecelakaan Bus ALS, Polisi: Banyak, Tapi Tidak Dalam
Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengatakan dari hasil olah TKP lobang yang dihindari sopir bus ALS di lokasi kejadian sedalam 2 cm
Keduanya selamat dari kecelakaan maut tersebut sempat menjalani operasi luka bakar.
Namun pilu Jumiatun kini meninggal dunia.
Jumiatun meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang.
Dengan ini, total 19 orang menjadi korban tewas akibat insiden maut tersebut.
Baca juga: MODUS Jaksa Gadungan Tilep Duit Mahasiswa Rp69 Juta, Nginap Sebulan di Villa, Pakai Seragam Kejati
Kabar meninggalnya Jumiatun dibenarkan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Moh. Hasan, Kombes Pol dr Budi Susanto.
"Iya, sudah meninggal pasien Jumiatun," ujar Budi, Jumat (15/5/2026).
Diketahui, Jumiatun mengalami luka bakar dengan persentase 70 persen hingga 80 persen hingga trauma inhalasi.
Untuk jam meninggal dan penyebab Jumiatun, dr. Budi masih enggan menyebutkan lantaran akan disampaikan secara bersamaan dengan hasil pencocokan DNA.
"Lebih jelasnya nanti akan disampaikan sekalian saya rilis hasil DNA, nanti sore dijelasin semuanya," katanya.
Dirujuk ke Palembang
Diketahui, Jumiatun sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Muratara pascakejadian nahas 6 Mei 2026 itu.
Kemudian di tanggal 9 Mei 2026, Jumiatun dirujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan intensif.
Selain Jumiatun, Ngadiono, suaminya juga dirujuk ke RS Bhayangkara.
Sebelumnya, kondisi Jumiatun cukup parah terutama di daerah tangan, jaringan hingga tulang-tulang di jari mengalami kerusakan.
Ia dan suaminya, Ngadiono, menjalani operasi debridemen atau operasi luka bakar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENAMPAKAN-Lubang-Jalan-yang-Disebut-Sebabkan-Kecelakaan-Bus-ALS-Polisi-Banyak-Tapi-Tidak-Dalam.jpg)