Kecelakaan Bus ALS di Muratara
PENAMPAKAN Lubang Jalan yang Disebut Sebabkan Kecelakaan Bus ALS, Polisi: Banyak, Tapi Tidak Dalam
Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengatakan dari hasil olah TKP lobang yang dihindari sopir bus ALS di lokasi kejadian sedalam 2 cm
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah penampakan lubang jalan yang disebut sebabkan kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki di Musi Rawas Utara.
Kasus kecelakaan maut bus ALS dengan truk tangki naik ke tingkat penyidikan.
Dari hasil penyelidikan tim gabungan di lapangan dan keterangan saksi kernet bus Muhammad Fadli lakalantas disebabkan menghindari lubang di jalan.
Baca juga: KRONOLOGI Bidan dan Anggota DPRD Digerebek Sang Suami yang Ternyata Polisi, Kini Curhat Korban KDRT
"Hasil penyelidikan dan keterangan saksi, kecelakaan akibat driver menghindari saat di jalan. Saat ini perkaranya sudah naik ke penyidikan," ujar Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana saat rilis di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan, Jumat (15/5/2026).
Ketika ditanya mengenai potensi ada tersangka yang ditetapkan, pihaknya penentuan itu dilakukan tergantung proses penyidikan dan alat bukti.
"Sebagaimana prosesnya untuk menentukan siapa tersangka menunggu hasil penyidikan. Penentuan siapa tersangka juga kami akan koordinasi dengan Kejaksaan. Pihak bus PT ALS juga sudah dipanggil," katanya.
Baca juga: Targetkan Selesai Tahun Ajaran Baru, Proyek Sekolah Rakyat Dikebut
Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengatakan dari hasil olah TKP lobang yang dihindari sopir bus ALS di lokasi kejadian hanya sedalam 2 sentimeter.
"Memang banyak lubang tapi tidak dalam. Saya kesana kedalaman lubang hanya sekitar 2 sentimeter, kalau soal percikan api tidak tahu darimana," kata Maesa.
Dia menambahkan dari keterangan kernet yang selamat, bus ALS itu berangkat dari Pati, Jawa Tengah dengan mengangkut dua orang.
Lalu melintasi Semarang angkut penumpang 5 orang, Tegal 3 orang dan Lampung 3 orang.
"Sekitar tanggal 4 itu bus sampai di Lampung. Sementara tidak ada yang lain lagi (penumpang), dari keterangan kernet si Fadli ya begitu. Segera kami lakukan gelar perkara bersama dengan Kejaksaan juga," tutupnya.
Korban Bertambah Jadi 19
Korban Bus ALS VS truk tangki di Muratara bertambah jadi 19 orang.
Jumiatun yang sebelumnya dirawat meninggal dunia, Jumat (15/5/2026).
Sebelumnya Jumiatun sempat dirawat bareng suaminya.
Baca juga: Tari Artika Tarigan, Pilih Menata Hidup Lewat Usaha Rumahan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENAMPAKAN-Lubang-Jalan-yang-Disebut-Sebabkan-Kecelakaan-Bus-ALS-Polisi-Banyak-Tapi-Tidak-Dalam.jpg)