Berita Viral

WOW KPU Sewa Helikopter Cuma Untuk Lantik KPPS di Kecamatan, Gelontorkan Anggaran Rp 198 Juta

KPU menyewa helikopter untuk agenda pelantikan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

Tayang:
TRIBUN MEDAN
KPU NAIK HELIKOPTER - Kolase Gedung KPU RI di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, dan helikopter Bell 505 Jet Ranger X yang digunakan dalam perjalanan dinas pelantikan KPPS di Cianjur, Jawa Barat. Formappi mengkritisi penggunaan helikopter senilai Rp198,9 juta tersebut karena dinilai bermasalah dari sisi etik dan efisiensi anggaran negara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyewa helikopter untuk agenda pelantikan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecematan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

KPU meggelontorkan anggaran Rp 198 juta untuk penyewaan helikopter tersebut. 

Penggunaan angaran yang besar ini mendapatkan sorotan. 

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menanggapi kebijakan KPU yang dianggap sebagai pemborosan pada awal tahun 2024 lalu. 

Peneliti Formappi, Lucius Karus, menilai penggunaan helikopter dalam perjalanan dinas tersebut bermasalah dari sisi etik dan menunjukkan minimnya sensitivitas terhadap efisiensi anggaran negara.

“Pilihan itu tentu saja bermasalah dari sisi etik karena KPU dianggap tak peduli dengan efisiensi, KPU gaya-gayaan, KPU boros, KPU narsis,” kata Lucius saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).

Menurut Lucius, penggunaan helikopter untuk agenda pelantikan KPPS di Cianjur tidak didorong kebutuhan mendesak, terlebih wilayah tersebut dinilai bukan termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia menilai agenda pelantikan itu telah terjadwal sehingga semestinya bisa dipersiapkan dengan moda transportasi yang lebih efisien.

“Pilihan itu tampak tidak didorong oleh kebutuhan nyata,” ujarnya.

Baca juga: PILU Anak Kelas 2 SD Tewas Tragis Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsito, Sempat Bergelantungan

Baca juga:   Tari Artika Tarigan, Pilih Menata Hidup Lewat Usaha Rumahan

Lucius juga membandingkan kondisi tersebut dengan pelantikan KPPS di sejumlah wilayah lain yang memiliki akses lebih sulit namun tetap dapat dijangkau tanpa helikopter.

“Ada banyak KPPS di seantero nusantara yang berada di lokasi yang sulit. Mereka tetap dilantik tanpa ada informasi penggunaan helikopter sebagai modal transportasi untuk mendatangkan KPU,” ucapnya.

"Kok yang jauh dan terisolasi saja bisa didatangi dengan biaya murah, kenapa ke Cianjur harus dengan helikopter yang sewanya sangat mahal,” sambung Lucius.

Dilaporkan ke DKPP

Sorotan terhadap penggunaan helikopter itu mencuat setelah Koalisi Masyarakat Sipil melaporkan empat pejabat penyelenggara pemilu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran etik penggunaan helikopter dalam perjalanan dinas pelantikan 1.463 anggota KPPS di Kecamatan Cidaun pada 25 Januari 2024.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved