Berita Viral

SOSOK Danang Avan Maulana Pemuda Asal Tegal Jadi Pemateri di Konferensi Hacker Dunia di Singapura

Pemuda bernama Danang Avan Maulana asal Kabupaten Tegal tampil dalam konferensi hacker kelas dunia bernama DEF CON. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
KONFERENSI DEF CON - Danang Avan Maulana (25), pemuda asal Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal saat mengikuti konferensi hacker kelas dunia DEF CON, di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre, Singapura, pada 28-30 April 2026. Bukan sekadar hadir sebagai peserta, Avan dipercaya mempresentasikan risetnya dalam sesi bergengsi Demo Labs sebuah panggung yang hanya diisi individu-individu terpilih dari seluruh dunia dengan standar seleksi ketat. 

Adapun DEF CON resmi melebarkan sayap ke kawasan regional melalui DEF CON Singapura, bekerja sama dengan Home Team Science and Technology Agency dan Centre for Strategic Infocomm Technologies.

Bagi Avan, keikutsertaannya bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan pintu untuk membawa nama Indonesia lebih dikenal di kancah global.

“Mimpi saya ingin membawa lebih banyak kontribusi dari Indonesia ke panggung dunia."

"Mengembangkan riset yang lebih berdampak, serta meningkatkan awareness (kesadaran) terhadap ancaman keamanan siber khususnya social engineering,” ujar Avan. 

Awal Mula Tertarik Dunia Siber 

Avan bercerita, awal mula dirinya mulai tertarik dunia siber dan kemudian mempelajari secara serius tepatnya pada 2017 atau saat masih duduk di bangku SMK. 

Kemudian Avan mulai menggeluti secara profesional bahkan bekerja di dunia siber saat masih kuliah semester lima. 

Avan merupakan lulusan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) jurusan Informatika dan kini berkarir sebagai praktisi keamanan siber di Punggawa Cybersecurity. 

"Awalnya dulu saya suka bermain game Clash of Clans (CoC) dan suatu saat kena phishing atau penipuan siber sampai akun saya tidak bisa digunakan."

"Kemudian saya cari informasi mengenai phishing. Dari situ mulai tertarik belajar malah keterusan mempelajari Cybersecurity dan lainnya," cerita Avan. 

Avan belajar secara otodidak dan aktif bergabung dengan komunitas di Tegal yang menggeluti atau menyukai dunia siber bernama Tegal Security. 

Selain bekerja, beberapa tahun terakhir Avan juga aktif mengisi workshop di pemerintahan ataupun instansi lainnya. 

"Sulit atau tidak belajar siber, sebetulnya bergantung masing-masing individu. Ketika memang merasa jiwanya, suka dan hobi, mudah-mudah saja tidak sulit."

"Kalau saya merasa kesulitan itu malah menjadi tantangan tersendiri. Apalagi ketika kesulitan tersebut akhirnya bisa teratasi atau dipecahkan, itu rasanya adrenalin meningkat dan jadi Dopamin," kata Avan.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jateng.com

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved