Berita Viral

PERNYATAAN Menteri Pigai Saat Jenguk Siswa Keracunan MBG: Sekolah Rajin Biar Jadi Menteri Kayak Saya

Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai saat menjenguk siswa korban keracunan program MBG menuai perhatian publik.

Tayang:
Antaranews.com
Menteri HAM Natalius Pigai. Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai saat menjenguk siswa korban keracunan program MBG menuai perhatian publik. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai saat menjenguk siswa korban keracunan program MBG menuai perhatian publik.

Natalius menjenguk para siswa korban keracunan MBG di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (RSIA IBI) Surabaya, Rabu (13/5/2026). 

Pigai memberikan semangat kepada siswa dan mengharapkan siswa setelah sembuh langsung melanjutkan sekolah. 

Berdasarkan laporan tenaga medis, seluruh pasien berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan kesehatan yang positif.

Di hadapan para siswa, Pigai tampak berbincang dan memberikan motivasi agar mereka tetap optimistis selama menjalani masa pemulihan.

Ia menekankan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak Indonesia.

“Harus sembuh ya, sebentar lagi sembuh. Kalau sudah sembuh nanti harus kembali ke sekolah ya. Harus sekolah biar bisa raih semua cita-cita, nanti kalau sekolah bisa jadi menteri seperti saya,” ujar Pigai saat menyapa para pasien di ruang rawat inap.

Baca juga: NASIB Bocah 16 Tahun di Wonogiri Diikat di Tiang dan Dipukuli Ramai-Ramai Gegara Ketahuan Mencuri

Baca juga: Bangunan Rumah Mewah Tanpa PBG di Sei Agul Terus Berjalan, Dinas Perkimcikataru Medan Siapkan SP2

Dalam kesempatan itu, Pigai juga menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis sejatinya merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak, menekan angka stunting, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa insiden dugaan keracunan massal tersebut harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Menurut Pigai, tujuan baik program tidak boleh tercoreng akibat lemahnya pengawasan maupun kelalaian teknis di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Timur, dugaan keracunan massal berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh, Surabaya.

Data yang dihimpun menunjukkan sebanyak 131 peserta didik sempat dirujuk ke RSIA IBI Surabaya akibat mengalami gejala keracunan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik, sementara tujuh siswa lainnya masih menjalani perawatan.

Pigai menilai insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pengelola dapur SPPG dalam memastikan keamanan dan kelayakan makanan yang disajikan kepada para siswa.

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved