Berita Viral

Penjelasan Ketua dan Sekjen MPR soal Dua Juri Lomba Cerdas Cermat Tak Kunjung Minta Maaf ke Publik

Dua juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pontianak, Kalimantan Barat, tak kunjung minta maaf ke publik

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/MPRGOID
JURI LCC - Juri final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Dua juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pontianak, Kalimantan Barat, tak kunjung minta maaf ke publik terkait kontroversi penilaian jawaban peserta. 

Dua juri itu adalah Dyasita Widya Budi dan Indri Wahyuni. Dyasita menuai kritik setelah memberi nilai minus 5 atas jawaban seorang peserta lomba. Padahal jawaban yang sama saat disampaikan oleh peserta lain, malah diberi nilai 10.

Sementara Indri Wahyuni menuai kritik pedas dari netizen karena menyinggung soal artikulasi dari jawaban peserta. Alhasil, Indri kini jadi bulan-bulanan netizen yang menyebutnya sebagai "Ratu Artikulasi", "si paling artikulasi" dan lain sebagainya.

Selain kedua juri, seorang pembawa acara Shindy Luthfiana tak lepas dari kritik publik. Shindy terkesan mengabaikan protes peserta. Dengan menekankan dalih bahwa juri merupakan orang yang berkompeten, Shindy pun menyebut bahwa jawaban sama yang diprotes peserta sebagai perasaan saja. "Itu cuma perasaan adik-adik saja," ujarnya sambil tertawa.

Setelah viral di medsos, Shindy yang disebut-sebut netizen sebagai "orang si paling perasaan", akhirnya minta maaf secara terbuka ke publik.

Terkait kedua juri yang tak kunjung minta maaf, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkap alasannya.

Muzani mengatakan permintaan maaf yang sebelumnya disampaikan pimpinan dan Sekretariat Jenderal MPR RI sudah mewakili seluruh pihak penyelenggara, termasuk dewan juri yang bertugas dalam kegiatan tersebut.

"Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita juga sudah menyampaikan permohonan maaf,” kata Muzani saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: MENTERENG Profesi Ayah Josepha Siswi Dicurangi Saat Lomba Cerdas Cermat, Rupanya Punya Jabatan

Ia menegaskan lomba tersebut merupakan kegiatan kelembagaan sehingga permintaan maaf tak perlu dilakukan secara terpisah oleh masing-masing individu.

"Itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang-perorang," tambahnya.

Penjelasan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.

Ia menyebut dewan juri merupakan bagian dari kesekretariatan MPR RI sehingga permohonan maaf lembaga otomatis mencakup para juri.

"Jadi memang tadi sempat dibahas, ya, juri ini adalah perwakilan dari kesekretariatan," ujar Siti Fauziah.

"Jadi seperti rilis yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu, itu permohonan maaf dari kesekretariatan yang dalam arti kata saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut," tambahnya.

Baca juga: Setelah Jadi Korban Artikulasi Juri Cerdas Cermat MPR, Josepha Kini Ditawari Bea Siswa ke China

Digugat ke Pengadilan

Buntut kontroversi lomba cerdas cermat ini, seorang advokat bernama David Tobing menggugat dua juri dan seorang pembawa acara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved