Masjid Etigar Kashgar, Simbol Eksistensi Islam di Tiongkok Selama 584 Tahun
Kehadiran mereka ke wilayah Kashgar, Xianjiang sepenuhnya difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan.
Penulis: iin sholihin | Editor: Ayu Prasandi
Meski sudah berusia 584 tahun pada 2026 ini, kondisi Masjid Etigar masih berdiri kokoh ditengah kemajuan pembangunan. Kondisinya terawat dengan baik. Kondisi tiang kayu masih kokoh.
Untuk mencapai bangunan masjid, pengunjung harus terlebih dahulu menuju sisi barat Alun-alun Id Kah.
Kendaraan rombongan dapat langsung menjangkau pintu utama dengan mudah. Areal parkir yang luas memudahkan pengunjung untuk memarkir kendaraan.
Untuk mencapai gerbang utama, pengunjung harus menaiki beberapa anak tangga hingga mendapati pintu gerbang kayu khas Tiongkok setinggi sekitar delapan meter.
Lantas, pengunjung harus melewati alat pemeriksaan di gerbang petugas keamanan.
Dari pintu masuk pertama untuk mencapai gerbang masjid, pengunjung harus menyusuri jalan paving block selebar enam meter. Sisi kiri dan kanan jalanan menuju masjid ditanami berbagai pohon. Rasanya begitu sejuk dan asri.
Tiba di gerbang utama masjid, pengunjung harus menaiki sembilan anak tangga hingga mencapai teras masjid. Karpen merah membentang hingga menuju pintu masuk utama yang berada di sisi kanan bangunan.
Usai melintasi pintu berkelir hijau ini, pengunjung berada di dalam bangunan utama masjid. Ruang utama ditopang lebih dari 140 pilar kayu ukir dan dihiasi permadani wol merah handmade khas Hotan. Arsitekturnya memadukan unsur budaya etnis dan nuansa Islam khas Xinjiang.
"Masjid Id Kah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga terbuka untuk umum sebagai lokasi pengenalan budaya dan sejarah Islam di Xinjiang," papar Muhammad Jumma.
Saat berdialog dengan delegasi, Muhammad Jumma memastikan biaya operasional kegiatan keagamaan di masjid berasal dari infak dan sadakah jamaah. Dana ini digunakan untuk kebutuhan ibadah serta kegiatan sosial.
"Jumlah jamaah berbeda pada setiap waktu. Pada salat Jumat, jumlah jamaah biasanya mencapai sekitar 500 hingga 600 orang," katanya.
Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak tampak menyempatkan diri untuk berdoa. Maratua tampak bersimpuh sembari mengangkat kedua tangannya.
Sementara itu, anggota delegasi lainnya mengabadikan momen berada di masjid berusia 584 tahun dengan berfoto.
Ucap syukur disampaikan Wakil Ketua MUI Sumut HM Jamil lantaran dapat mengunjungi Masjid Etigar.
"Ini tidak kita bayangkan sebelumnya. Di tengah negara yang mayoritas bukan muslim, tapi ada daerah yang 70 persen pendudukan muslim. Ini patut kita syukuri," paparnya.
| Profil Eileen Wang, Mantan Wali Kota di California AS yang Mengaku Jadi Mata-mata Tiongkok |
|
|---|
| Prof Nurhayati: Xianjiang Islamic Institute Buktikan Tiongkok Peduli Muslim |
|
|---|
| Senyum Abdullah, Pemuda Uighur Calon Imam Masjid Masa Depan Tiongkok |
|
|---|
| Ulama dan Tokoh Islam Sumatera Sambagi Muslim Uighur di Masjid Erdaoqiao Urumqi |
|
|---|
| 40 Ormas Islam Sambangi Kabareskrim, Menolak Laporan Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/GERBANG-UTAMA-Gerbang-utama-untuk-masuk-ke-Masjid.jpg)