Ulama dan Tokoh Islam Sumatera Sambagi Muslim Uighur di Masjid Erdaoqiao Urumqi

Para ulama dan tokoh masyarakat Sumatera ini tiba di Urumqi setelah menempuh perjalanan panjang dari Medan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ayu Prasandi
IST
FOTO BERSAMA - Ulama dan tokoh masyarakat Sumatera berfoto bersama di kawasan Xinjiang International Grand Bazaar yang terletak di Distrik Tianshan, Urumqi, Provinsi Xianjiang, Senin (11/05/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM, XIANJIANG - Ulama dan tokoh masyarakat Sumatera tampak takjub kala menjejakkan kaki mereka di kawasan Xinjiang International Grand Bazaar yang terletak di Distrik Tianshan, Urumqi, Provinsi Xianjiang, Senin (11/05/2026).

Para ulama dan tokoh masyarakat Sumatera ini tiba di Urumqi setelah menempuh perjalanan panjang dari Medan sejak Minggu (10/05/2025) menuju Singapura untuk kemudian melanjutkan perjalanan belasan jam menuju Beijing hingga kemudian tiba di Urumqi, Provinsi Xianjiang, Senin.

Ulama Islam dan tokoh masyarakat yang ikut di antara Ketua Umum Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin, Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Nurhayati, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Agussani, Ketua Yayasan Panca Budi Siti Khadijah, Perwakilan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Panca Budi Ahmad Baqi Arifin, Ketua Muhammadiyah Aceh Abdul Malik Musa, serta Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat Fauzi Bahar.  

Baca juga: Pesona Muslim Uyghur: Harmoni Kehidupan dalam Keberagaman Budaya dan Keyakinan

Baca juga: Senyum Muslim Hui dan Pesona Masjid Berusia 700 Tahun di Zhengzhou 

Saat tiba, di kawasan Xinjiang International Grand Bazaar, ketakjuban mereka bertambah saat melihat megahnya bangunan Masjid Erdaoqiao, tempat di mana Muslim Uighur menjalankan ibadah. Delegasi lantas menyempatkan diri untuk masuk dan melaksanakan salat di Masjid Erdaoqiao. 

Dalam kesempatan ini, delegasi juga berbincang dengan perwakilan pengurus Masjid Erdaoqiao. Delegasi melihat secara langsung komunitas muslim Uighur menjalankan ibadah mereka.

Keberangkatan para ulama dan tokoh masyarakat Sumatera ini ke Tiongkok difasilitasi Konsulat Jenderal China di Medan. Ada sejumlah lokasi yang akan disambangi delegasi selama melakukan lawatan di Tiongkok. Beberapa destinasi ini termasuk kawasan perkembangan agama Islam di Tiongkok.

Dikawasan Xinjiang International Grand Bazaar, delegasi melihat langsung pertukaran budaya dan bahasa antar-bangsa. Islam justru menjadi perekat antar budaya dan bahasa. 

Masjid Erdaoqiao tak sekadar bangunan belaka, melaikan menjadi pusat penyebaran Islam melalui jalur pariwisata.

Xinjiang International Grand Bazaar resmi dibuka pada 26 Juni 2003 dan berlokasi di Distrik Tianshan, Urumqi. Kompleks dengan luas sekitar 100 ribu meter persegi itu disebut sebagai bazaar terbesar di dunia saat ini.

Baca juga: Melihat Islam dari Xinjiang: Harmoni Kehidupan, Budaya dan Jejak Peradaban


 
Kawasan tersebut menjadi pusat perpaduan arsitektur Islam, perdagangan etnis, hiburan budaya dan kuliner khas Xinjiang. Menara ikonik Silk Road Sightseeing Tower setinggi 80 meter dan bangunan bernuansa khas Asia Tengah berwarna kuning tanah menjadi salah satu landmark utama Kota Urumqi.
 
Masjid Erdaoqiao begitu ikonik. Masjid yang berdiri di area sekitar 2.400 meter persegi itu memiliki kubah emas besar dan menara tiga tingkat dengan gaya arsitektur tradisional Uyghur.
 
"Sangat bersyukur kita bersama teman-teman dari Majelis Ulama Indonesia Sumut, Medan, Binjai dan beberapa rektor seperti UINSU, UMSU, Panca Budi dan Alwasliyah bisa kembali ke Tiongkok. Kita juga ikut sertakan tokoh pemuda dan tokoh pers Sumut," ujar Ketua Umum Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin kepada Tribun.

Tokoh Tionghoa Indonesia ini berterimakasih kepada Konsul Jenderal Tiongkok di Medan Huang He yang memfasilitasi para ulama dan tokoh Sumatera untuk melihat langsung kondisi masyarakat Tiongkok khususnya masyarakat Muslim Uighur dan Muslim Hui.

"Ini untuk yang keduakalinya kita difasilitasi. Semoga tahun-tahun berikutnya kegiatan ini bisa dilaksanakan. Lewat kegiatan ini, kita bisa melihat Xinjiang secara dekat dan bisa menghilangkan prasangka yang tidak baik," papar Indra.

Menurutnya, semua suku di Tiongkok termasuk di kawasan Xianjiang dapat hidup berdampingan dan saling menghargai. Lewat lawatan ini, lanjut Indra, ulama dan tokoh masyarakat Sumatera bisa melihat langsung bagaimana kehidupan beragama komunitas Muslim di Tiongkok.

Muslim Uighur

Muslim Uighur bermukim di Daerah Otonomi Xinjiang Uighur, khususnya wilayah barat laut Tiongkok. Xinjiang adalah wilayah terbesar di Tiongkok yang berbatasan dengan delapan negara, termasuk Kazakhstan dan Pakistan. Urumqi adalah ibu kota sekaligus kota dengan populasi Muslim terbesar di wilayah tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved