Berita Viral
Fakta Baru Viralnya LCC MPR di Kalbar, Masuk Ranah Hukum hingga Gibran Beri Tips saat Debat
Polemik bermula saat final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat berlangsung pada Sabtu (9/5/2026).
“Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada seorang atau orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, menggantikan kerugian tersebut.”
Isi Petitum: Minta Pemecatan hingga Larangan Jadi Juri
Dalam petitumnya atau permohonan yang diajukan kepada hakim, David meminta agar pengadilan menyatakan seluruh tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum.
Ia juga meminta Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni diberhentikan secara tidak hormat dari lingkungan kerja MPR RI.
“Memerintahkan tergugat I (Ahmad Muzani) memberhentikan secara tidak hormat tergugat II (Dyastasita) dan tergugat III (Indri Wahyuni) selaku pekerja di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia,” demikian isi petitum gugatan tersebut.
Tidak hanya itu, David juga meminta agar kedua juri tersebut dilarang menjadi juri pada kegiatan resmi kenegaraan mulai tingkat daerah hingga nasional.
Permintaan serupa juga ditujukan kepada Shindy Lutfiana agar tidak lagi menjadi pemandu acara dalam kegiatan resmi kenegaraan.
Selain itu, Dyastasita, Indri, dan Shindy diminta menyampaikan permohonan maaf terbuka di tiga surat kabar nasional dengan ukuran setengah halaman.
David menyebut gugatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap generasi muda yang berani menyampaikan pendapat dan memperjuangkan kebenaran.
5. MPR RI Putuskan Gelar Ulang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR di Kalbar
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) memutuskan untuk menggelar ulang babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menyusul polemik dugaan ketidakadilan dewan juri yang viral di media sosial.
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengatakan perlombaan ulang untuk menentukan perwakilan dari Kalbar tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
"Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya," kata Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Muzani menyatakan pihaknya telah mendengarkan penjelasan dari Sekretaris Jenderal MPR serta menerima segala kritikan masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada para netizen yang menyampaikan pandangan, kritik, dan saran kepada kami," ujarnya.
Muzani mengakui bahwa memang terdapat kesalahan dari pihak penyelenggara dalam
insiden penilaian tersebut.
"Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu," ucapnya.
Muzani memastikan bahwa program LCC 4 Pilar secara nasional tidak akan dihentikan dan akan terus berjalan.
Menurut dia lomba ini memegang peranan krusial dalam membentuk karakter generasi muda.
"Kami merasa bahwa kegiatan ini harus terus dilanjutkan karena ini adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa pemimpin-pemimpin ke depan kita, anak-anak muda kita, harus memahami dengan betul tentang dasar negaranya yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar negaranya yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," jelasnya.
Dengan pemahaman dasar negara yang kuat, Muzani berharap generasi muda dapat merawat keutuhan bangsa.
"Kesadaran terhadap persoalan ini akan melahirkan konstitusi yang lahir dari bumi Indonesia. Itulah yang kami bekali hari ini dan itulah pekerjaan yang dipebankan konstitusi kepada kami," imbuhnya.
6. Curhat Shindy Lutfiana Usai Kontroversi
Di tengah polemik yang terus berkembang, Shindy Lutfiana selaku MC menyampaikan curahan hati melalui akun media sosialnya @shindy_mcwedding.
Dalam unggahan tersebut, ia mengaku menerima banyak hujatan dari warganet setelah videonya viral.
Namun menurut Shindy, hal yang paling menyakitkan justru datang dari teman-teman seprofesinya sendiri.
“Teman seprofesiku menghakimi bahkan merayakan,” tulis Shindy dalam unggahannya.
Ia mengakui telah melakukan kesalahan karena mendukung pernyataan juri tanpa memastikan fakta yang sebenarnya terjadi.
Dalam klarifikasi sebelumnya, Shindy juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: 'Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,' yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulisnya pada Selasa (12/5/2026).
Shindy menyatakan memahami bahwa ucapannya telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi peserta dan guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak.
Ia juga meminta maaf kepada masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti jalannya perlombaan tersebut.
Di akhir pernyataannya, Shindy berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk dirinya agar lebih berhati-hati dalam bersikap dan berbicara di masa mendatang.
7. Bertemu Wapres Gibran
Josepha Alexandra Roxa Potifera atau yang akrab disapa Ocha, mengungkapkan rasa syukurnya bisa bertemu langsung dengan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Menurut Ocha, dirinya bersama rekan-rekan mendapat motivasi agar tetap semangat belajar dan terus berkembang meski tengah menghadapi polemik yang ramai dibahas masyarakat.
“Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang. Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi,” kata Josepha usai pertemuan di Istana Wapres, Jakarta.
Selain memberikan motivasi, Gibran juga membagikan tips mengenai cara berbicara di depan publik dan teknik berdebat.
“Tadi kami diberi motivasi dan tips and trik juga bagaimana caranya nanti untuk ber-public speaking atau untuk berdebat di muka umum,” ucapnya.
Public speaking sendiri merupakan kemampuan berbicara di depan banyak orang secara efektif dan percaya diri. Kemampuan ini dinilai penting bagi pelajar, terutama dalam kegiatan diskusi, debat, hingga kompetisi akademik.
Ocha mengaku dirinya dan tim sangat terkejut ketika menerima undangan dari Wakil Presiden.
“Pastinya kami dan tim itu sangat kaget karena informasinya tiba-tiba,” katanya.
Ia mengatakan, setelah menerima undangan tersebut, dirinya bersama tim langsung berangkat menuju Jakarta pada Selasa (12/5/2026) sore.
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Cerita Josepha Bertemu Wapres Gibran usai LCC Kalbar Viral, Dapat Pesan dan Tips saat Debat |
|
|---|
| Pasien Ditahan di RSUD Amri Tambunan tak Bisa Bayar 3,4 juta, Beda Penjelasan Pihak RS dan Syafrizal |
|
|---|
| Babak Baru Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat MPR Digugat ke Pengadilan, Berikut Duduk Perkaranya |
|
|---|
| Santriwati Makin Berani Speak Up, Dua Kiai Jadi Tersangka Kasus Pencabulan |
|
|---|
| Polemik Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman, Indramayu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cerdas-cermat-lomba.jpg)