Berita Nasional

Ditjen Pas Ungkap Alasan Ferdy Sambo Bisa Kuliah S2 Teologi dari Dalam Penjara

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kabar tersebut.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/KOLASE VIDEO
Kegiatan Praise and Worship bertema Unchained: A New Creation yang dipimpin Ferdy Sambo sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan pembinaan kerohanian bagi para warga binaan melalui Gereja Oikumene Terang Dunia Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Cibinong, Jawa Barat, Jumat (12/12/2025). 

“Jadi, bukan hanya tentang Ferdy Sambo saja, tapi juga semua warga binaan,” sambungnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa sistem pemasyarakatan Indonesia kini tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga rehabilitasi sosial dan pengembangan kapasitas individu.

Foto dan Jurnal Ferdy Sambo Beredar di Media Sosial

Perbincangan mengenai program pendidikan Ferdy Sambo bermula dari unggahan media sosial yang memperlihatkan dirinya berada bersama sejumlah warga binaan lain dan petugas lapas.

Dalam foto yang beredar, Ferdy Sambo tampak mengenakan pakaian hijau bersama beberapa orang berpakaian formal.

Unggahan tersebut juga memperlihatkan dokumen jurnal akademik yang disebut ditulis oleh Ferdy Sambo. Jurnal itu berjudul “Pengaruh Entrepreneur Kristen Sebagai Upaya Pencegahan Fraud Risk Management”.

Istilah “fraud risk management” sendiri merujuk pada sistem pengelolaan risiko kecurangan dalam organisasi atau perusahaan.

Konsep tersebut biasanya digunakan dalam dunia bisnis dan keuangan untuk mencegah tindakan penipuan atau penyalahgunaan wewenang.

Sementara itu, entrepreneur Kristen dapat dipahami sebagai praktik kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Kristen dalam menjalankan usaha maupun aktivitas ekonomi.

Kemunculan jurnal tersebut semakin menguatkan kabar bahwa Ferdy Sambo memang aktif mengikuti kegiatan akademik selama berada di dalam lapas.

Pendidikan Jadi Bagian Pembinaan Warga Binaan

Program pendidikan di lembaga pemasyarakatan kini menjadi salah satu fokus utama Ditjen Pas dalam mendukung pembinaan warga binaan.

Konsep pemasyarakatan modern menempatkan warga binaan sebagai individu yang tetap memiliki hak dasar, termasuk hak memperoleh pendidikan.

Dengan adanya akses pendidikan, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan memperbaiki kualitas hidup dan meningkatkan kemampuan setelah selesai menjalani hukuman.

Pendekatan tersebut juga dinilai penting untuk menekan angka residivisme atau tindakan pengulangan tindak pidana setelah bebas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved