Berita Nasional
Kepala BGN Dadan Hindayana: Siswa Bisa Request Menu MBG, SPPG Wajib Tanya Keinginan Anak
Dadan mengatakan, siswa penerima MBG nantinya dapat menyampaikan langsung menu makanan yang mereka inginkan kepada SPPG
TRIBUN-MEDAN.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik seiring berbagai evaluasi yang dilakukan pemerintah dalam pelaksanaannya di lapangan.
Di tengah sorotan soal kualitas makanan hingga kasus keracunan di sejumlah daerah, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya kini mulai membuka ruang lebih besar bagi siswa untuk menentukan menu makanan yang mereka sukai.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh agar program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga sesuai dengan selera anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
Siswa Kini Bisa Usulkan Menu MBG Favorit
Dadan mengatakan, siswa penerima MBG nantinya dapat menyampaikan langsung menu makanan yang mereka inginkan kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan di sekolah mereka.
“Nanti ditampung oleh SPPG yang menyalurkan. Biasanya mereka akan menulis apa yang diinginkan dan pihak SPPG nanti wajib bertanya, menurut apa yang mereka inginkan,” kata Dadan usai meresmikan SPPG di Jawa Barat, dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, mekanisme tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi program agar makanan yang dibagikan tidak sekadar bergizi, tetapi juga disukai siswa sehingga tidak terbuang sia-sia.
Tekstur Nasi hingga Jenis Beras Ikut Dievaluasi
Evaluasi yang dilakukan ternyata cukup detail. Tidak hanya soal lauk dan sayur, pihak SPPG juga diminta memetakan preferensi siswa terhadap kualitas nasi yang disajikan setiap hari.
“Nanti SPPG yang menampung aspirasi anak, apa yang mungkin dicek, berapa orang yang nasinya lembek, berapa orang yang nasinya keras,” ujar Dadan.
Bahkan, jenis beras yang digunakan juga akan menjadi bahan evaluasi. Hal ini dilakukan karena selera anak terhadap tekstur nasi disebut berbeda-beda di tiap daerah.
“Berapa persen anak yang suka beras pera, biar pihak SPPG nanti tahu,” lanjutnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar program MBG tidak berjalan secara kaku dan seragam, melainkan dapat menyesuaikan kebiasaan makan siswa di masing-masing wilayah.
Anak Tak Suka Nasi Akan Diberi Menu Pengganti
Dalam evaluasi terbaru itu, BGN juga membuka kemungkinan penggantian menu bagi siswa yang tidak menyukai nasi.
“Memang nanti kita cek berapa orang yang tidak suka nasi, itu akan diganti dengan menu yang lain,” kata Dadan.
Kebijakan ini disebut sebagai bentuk fleksibilitas program MBG agar kebutuhan nutrisi siswa tetap terpenuhi meski memiliki preferensi makanan yang berbeda.
Dadan Klaim Anak Mulai Suka Sayur
Di sisi lain, Dadan menilai respons siswa terhadap program MBG sejauh ini cukup positif. Ia bahkan mengklaim ada perubahan pola makan pada sebagian siswa setelah rutin mengonsumsi makanan dari program tersebut.
| Alasan BI Ungkap Penyebab Rupiah Tembus 17.500 per Dollar: Musim Haji Banyak Butuh Uang Asing |
|
|---|
| Kabar Terbaru Sosok Kamaruddin Simanjuntak, Sosok Ini Sebut Penyakitnya Karena Dikirim Orang |
|
|---|
| Misteri Keberadaan Harun Masiku Sudah 6 Tahun Buron, KPK: Penyidik Masih Berusaha Mencari |
|
|---|
| Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini, Tiga Terdakwa Lainnya Sudah Divonis Bersalah |
|
|---|
| Reaksi Negara dan DPR RI Tanggapi Larangan Nobar Film Pesta Babi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-BGN-Dadan-Hindayana-saat-diwawancarai-usai.jpg)